Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi Memberi hormat Kepada Guru-Guru Seluruh Indonesia.

Seminar Nsional IGI Gresik

Seminar Nsional IGI Gresik, 15 Mei 2016 di Auditorium Universitas Muhamadiyah Gresik

Maulid Nabi

Maulid Nabi Muhammad SAW di SMA Negeri 1 Menganti Gresik

Kegiatan SAGUSATAB IGI GRESIK

Pelatihan Optimalisai Penggunaan TAB Samsung A8

Kegiatan SAGUSABU

Launching Buku Catatan Cinta Untuk Ibu di LPMP Jatim

Hari Guru Nasional

Foto Bersama Siswa Setelah Upacara Peringatan Hari Guru Nasional di SMAN 1 Menganti Gresik

Kemah Karakter Bangsa

Kemah Karakter Bangsa di Malang Jawa Timur

Sabtu, 12 November 2016

Biologi Kelas XI Semester 2

. Makanan dan Sistem Pencernaan
Setiap makhluk hidup memerlukan makanan. Makanan adalah segala sesuatu yang dapat dikonsumsi dan mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Makanan haruslah bergizi dan higienis. Fungsi makanan adalah sebagai sumber energi, sebagai pembangun tubuh, dan sebagai pelindung tubuh. Di dalam makanan terkandung karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan air. Beberapa makanan juga mengandung zat adiktif yang cenderung berbahaya bagi kesehatan.
Makanan harus melalui tahap pencernaan terlebih dahulu sebelum dapat diserap dan digunakan oleh tubuh. Sistem pencernaan pada manusia terdiri dari:
  1. Mulut yang merupakan tempat masuknya makanan ke dalam tubuh dan tempat makanan dicerna secara mekanik (dengan gigi) dan secara kimiawi (dengan enzim ptialin). Di dalam mulut terdapat gigi, lidah, dan kelenjar ludah. Fungsi gigi adalah untuk menghancurkan makanan. Fungsi lidah adalah sebagai indera pengecap dan untuk membantu menelan. Sedangkan fungsi kelenjar ludah adalah menghasilkan ludah (saliva) yang mengandung enzim amilase atau ptialin yang berfungsi mengubah amilum (polisakarida) menjadi maltosa.
  2. Kerongkongan adalah penghubung antara mulut dan lambung. Gerakan makanan di dalam kerongkongan disebut gerak peristalsis.
  3. Lambung adalah bagian yang berfungsi mengubah makanan menjadi bubur dan mencerna makanan dengan bantuan enzim renin, enzim pepsin, dan asam klorida. Fungsi renin adalah untuk mengubah kaseinogen menjadi kasein. Fungsi pepsin adalah untuk mengubah protein menjadi peptida. Sedangkan fungsi asam klorida adalah untuk membunuh bakteri yang terdapat pada makanan.
  4. Pankreas adalah kelenjar yang menghasilkan getah pankreas.
  5. Hati (liver) berfungsi untuk mengekskresikan empedu yang berfungsi untuk mengemulsi lemak supaya lebih mudah dicerna dan diserap.
  6. Usus halus berfungsi untuk menyerap sari-sari makanan.
  7. Usus besar berfungsi untuk menyerap air dan garam mineral. Di dalam usus besar juga terdapat bakteri E.coli yang berfungsi untuk membusukkan sisa-sisa makanan.
  8. Anus adalah tempat pengeluaran sisa-sisa hasil pencernaan.
Beberapa gangguan dan penyakit pada sistem pencernaan pada manusia antara lain gastritis (maag), konstipasi (sembelit), pankreasitis, diare, dan flatus.
Sistem pencernaan pada hewan memiliki struktur yang hampir mirip dengan sistem pencernaan pada manusia. Berikut adalah beberapa contoh struktur sistem pencernaan pada beberapa jenis hewan:
  1. Sistem pencernaan pada hewan memamah biak terdiri dari mulut, kerongkongan, rumen (perut besar), retikulum (perut jala), omasum (perut kitab), abomasum (perut masam), usus halus, usus besar, rektum, dan anus.
  2. Sistem pencernaan pada burung terdiri dari mulut, kerongkongan, tembolok, lambung, kantung empedu, usus halus, usus besar, dan kloaka.
  3. Sistem pencernaan pada reptil terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan kloaka.
  4. Sistem pencernaan pada amfibi terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan kloaka.
  5. Sistem pencernaan pada ikan terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus.
  6. Sistem pencernaan pada cacing tanah terdiri dari mulut, kerongkongan, tembolok, empedal, usus, dan anus.
2. Sistem Pernapasan
Oksigen sangat penting bagi makhluk hidup untuk membantuk merombak makanan di dalam tubuh. Oksigen dapat diperoleh melalui proses pernapasan yang disebut respirasi.Sistem pernapasan pada manusia terdiri dari:
  1. Hidung adalah pintu masuk udara ke dalam tubuh.
  2. Laring adalah persimpangan antara tenggorokan dan kerongkongan.
  3. Tenggorokan adalah penghubung antara laring dengan paru-paru.
  4. Bronkus adalah saluran bercabang dua yang menuju masing-masing bagian paru-paru.
  5. Paru-paru adalah organ pernapasan yang paling utama. Paru-paru terdiri dari jutaan alveolus yang merupakan tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara paru-paru dan darah.
Pernapasan dapat terjadi secara disadari maupun tidak disadari. Proses pernapasan terdiri dari dua siklus yaitu inspirasi (memasukan udara) dan ekspirasi (mengeluarkan udara). Mekanisme pernapasan dapat dibagi menjadi dua yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. Pada orang dewasa, volume total paru-paru berkisar antara 5 sampai 5 liter. Frekuensi pernapasan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor misalnya umur, jenis kelamin, suhu tubuh, dan aktivitas tubuh.
Oksigen dapat berpindah dari alveolus menuju sel darah merah dengan proses difusi. Kemudian oksigen akan dialirkan ke sel-sel tubuh. Oksigen dibutuhkan untuk proses respirasi di mitokondria pada sel yang kemudian menghasilkan energi berupa ATP. Hasil respirasi adalah karbon dioksida dan menuju ke alveolus melalui difusi kemudian dikeluarkan dari tubuh.
Beberapa gangguan dan penyakit pada sistem pernapasan pada manusia antara lain faringitis, pneumonia, emfisema paru-paru, asma, dipteri, asfiksi, tuberkulosis, hipoksia, asidosis, dan sianosis.
Sistem pernapasan pada hewan memiliki struktur yang sedikit berbeda. Berikut adalah beberapa contoh sistem pernapasan pada beberapa hewan:
  1. Sistem pernapasan pada porifera dan coelenterata dilakukan secara difusi langsung melalui membran sel.
  2. Sistem pernapasan pada cacing disebut pernapasan integumenter yang dilakukan secara difusi oleh permukaan kulit yang selalu lembap
  3. Sistem pernapasan pada sebagian besar serangga menggunakan alat pernapasan berupa pembuluh trakea.
  4. Sistem pernapasan pada ikan menggunakan insang.
  5. Sistem pernapasan pada katak menggunakan insang ketika masih berupa berudu sedangkan katak dewasa bernapas dengan paru-paru ketika di darat dan menggunakan kulit ketika di air.
  6. Sistem pernapasan pada reptil menggunakan paru-paru.
  7. Sistem pernapasan pada burung menggunakan paru-paru namun tidak memiliki alveolus melainkan parabronki (pembuluh-pembuluh udara). Respirasi saat terbang menggunakan kantung udara sedangkan saat istirahat menggunakan paru-paru.
3. Sistem Ekskresi
Ekskresi adalah proses pengeluaran zat-zat sisa hasil metabolisme dalam tubuh dengan tujuan supaya kesetimbangan tubuh terjaga. Sistem ekskresi pada manusia terdiri dari ginjal, kulit, hati, dan paru-paru.
Ginjal manusia terletak di rongga perut. Fungsi ginjal adalah untuk mengekskresikan zat-zat dengan kadar berlebih dan racun/kotoran yang ada di dalam darah. Ginjal terdiri dari 3 bagian yaitu korteks, medula, dan pelvis. Penyaringan darah dilakukan di setiap nefron. Pada nefron terdapat glomerulus, tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus. Proses penyaringan darah terdiri dari filtrasi, rebsorpsi, dan augmentasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan urin adalah hormon antidiuretik (ADH), hormon insulin, dan jumlah air yang diminum. Gangguan dan penyakit pada ginjal termasuk gagal ginjal, nefritis, diabetes insipidus, diabetes melitus, albuminaria, dan kencing batu.
Paru-paru selain sebagai bagian dari sistem pernapasan juga merupakan bagian dari sistem ekskresi karena mengeluarkan karbon dioksida dan uap air.
Hati merupakan salah satu alat ekskresi pada manusia karena mengekskresikan empedu. Empedu berasal dari hasil perombakan hemoglobin eritrosit yang sudah tua.
Kulit mengekskresikan keringat yang berfungsi untuk mendinginkan tubuh. Keringat keluar saat suhu lingkungan panas atau ketika sedang mengerjakan kegiatan yang membutuhkan banyak gerakan.
Sistem ekskresi pada vertebrata terdiri dari ginjal namun memiliki perbedaan dengan ginjal manusia yaitu struktur dan fungsinya. Ikan memiliki sepasang ginjal yang memanjang dan berwarna kemerah-merahan yang disebut opistonefros. Katak juga memiliki sepasang opistonefros. Reptil memiliki ginjal yang disebut metanefros. Sedangkan alat ekskresi pada burung terdiri dari ginjal (metanefros), paru-paru, dan kulit.
Sistem ekskresi pada invertebrata tergolong sederhana. Sistem ekskresi pada cacing pipih berupa pembuluh bercabang-cabang yang memanjang pada bagian samping kiri dan kanan di sepanjang tubuhnya. Sistem ekskresi cacing tanah memiliki sepasang ginjal (nefridium) di setiap segmen kecuali pada tiga segmen pertama dan terakhir. Sistem ekskresi pada serangga berupa tubula atau pembuluh malpighi.
4. Sistem Koordinasi
Sistem koordinasi adalah organ dan sistem organ yang bekerja sama secara efisien. Sistem koordinasi terdiri dari sistem saraf, sistem indera, dan sistem hormon.
Sistem saraf pada manusia tersusun atas neuron dan neuroglia. Fungsi sistem saraf adalah untuk menerima rangsang (impuls) dan kemudian menanggapi rangsang tersebut. Setiap neuron (sel saraf) terdiri dari beberapa bagian yaitu badan sel, dendritakson(neurit), selubung mielin, dan nodus ranvier. Sel saraf dibagi menjadi tiga macam yaitu neuron sensorik, neuron motorik, dan neuron penghubung. Impuls mengalir melalui sel saraf karena terdapat perbedaan potensial listrik yang disebut polarisasi. Kemudian impuls disalurkan ke sel saraf lain melalui sinapsis. Kelainan, gangguan, dan penyakit pada sistem saraf antara lain penyakit parkinson, alzheimer, epilepsi, dan stroke.
Sistem saraf pusat pada manusia terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri dari otak, sumsum lanjutan, dan sumsum tulang belakang. Otak mengatur gerak sadar, sumsum lanjutan mengatur gerak tak sadar (denyut jantung, tekanan darah, pusat pernapasan, dll), sedangkan sumsum tulang belakang mengatur gerak refleks. Sistem saraf tepi terdiri dari saraf simpatik dan parasimpatik.
Berikut adalah beberapa contoh sistem saraf pada beberapa hewan vertebrata:
  1. Sistem saraf pada ikan berupa otak yang terdiri dari otak besar, otak tengah, otak kecil, dan sumsum lajutan (medula oblongata).
  2. Sistem saraf pada amfibi terdiri dari otak.
  3. Sistem saraf pada burung terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang.
Sistem saraf pada invertebrata masih sangat sederhana. Berikut adalah contoh sistem saraf pada beberapa hewan invertebrata:
  1. Sistem saraf pada cacing pipih terdiri dari dua ganglia yang terletak di daerah kepala.
  2. Sistem saraf pada cacing tanah disebut sistem saraf tangga tali yang terdiri dari dua buah ganglion otak dan sebuah serabut saraf.
  3. Sistem saraf pada serangga berupa sistem saraf tangga tali yang terdiri dari serabut saraf yang memanjang di bagian bawah tubuhnya.
Indera adalah reseptor yang bertugas untuk mengenali lingkungan dan memberi respon terhadap segala perubahan rangsangan yang terjadi pada lingkungan tersebut. Sistem indera pada manusia disebut panca indra yang terdiri dari kulit (indera peraba dan perasa), lidah (indera pengecap), hidung (indera pembau), telinga (indera pendengaran), dan mata (indra penglihatan).
Berikut adalah beberapa contoh keistimewaan sistem indera pada hewan vertebrata:
  1. Indera ikan terdiri dari gurat sisi (reseptor perubahan tekanan air), mata, alat pendengaran, dan alat pembau.
  2. Amfibi memiliki mata dengan selaput tidur yang disebut membran niktitans.
  3. Reptil memiliki indera pembau yang tajam.
  4. Burung memiliki indera penglihatan yang baik.
Sistem indera pada hewan invertebrata masih sangat sederhana. Berikut adalah beberapa contoh sistem indera pada invertebrata:
  1. Cacing pipih memliki sepasang bintik mata yang sangat peka terhadap cahaya.
  2. Cacing tanah memiliki reseptor cahaya di permukaan tubuhnya yang hanya dapat membedakan gelap dan terang. Cacing tanah sangat peka terhadap sentuhan, zat-zat kimia, dan suhu.
  3. Serangga memiliki indera penglihatan berupa mata tunggal (oseli) dan/atau mata majemuk (mata faset).
Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Fungsi hormon adalah untuk mengatur proses metabolisme, reproduksi, pertumbuhan, dan perkembangan. Kelenjar endokrin terdiri dari beberapa macam seperti kelenjar hopofisis (pituitari), kelenjar tiroid (kelenjar gondok), kelenjar paratiroid (kelenjar anak gondok), kelenjar langerhans, kelenjar suprarenalis (adrenal/anak ginjal), kelenjar pankreas, ovarium, testis, dan plasenta.
Hormon yang dihasilkan hewan vertebrata hampir sama dengan manusia. Serangga menghasilkan hormon otak, hormon ekdison, dan hormon juvenil. Beberapa jenis hewan menghasilkan feromon.
5. Sistem Reproduksi
Sistem reproduksi pada manusia berbeda sesuai jenis kelaminnya. Pria menghasilkan sperma sedangkan wanita menghasilkan sel telur (ovum)
Sistem reproduksi pria terdiri dari penis, skrotum, testis, epididimis, vas deferens, duktus ejakulatoris, dan uretra. Alat kelamin pria menghasilkan sperma yang dihasilkan di dalam testis. Proses pembentukan sperma disebut spermatogenesis. Proses pembentukan sperma membutuhkan stimulasi dari beberapa jenis hormon seperti testosteron, LH (Luteinizing Hormone), FSH (Follicle Stimulating Hormone), estrogen, dan hormon pertumbuhan.
Sistem reproduksi wanita terdiri dari vulva, oviduk, ovarium, tuba fallopi, labium, uterus, kelentit, dan vagina. Alat kelamin wanita menghasilkan ovum (sel telur) yang dihasilkan di ovarium. Proses pembentukan ovum disebut oogenesis yang berasal dari sel oogonium. Menstruasi terjadi karena ovum yang dilepaskan tidak dibuahi sehingga terjadi peluruhan dinding rahim (endometrium). Fase menstruasi ada 4 yaitu fase menstruasi, fase praovulasi, fase ovulasi, dan fase pascaovulasi.
Fertilisasi adalah proses peleburan antara ovum dengan sperma yang kemudian membentuk zigot. Zigot akan membelah terus-menerus sehingga menjadi embrio. Embrio memperoleh makanan melalui plasenta.
Penyakit pada sistem reproduksi pada manusia antara lain AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome), sifilis, gonorhoea, kandidiasis, dan klamidiasis.
Sistem reproduksi pada vertebrata terjadi secara seksual baik melalui fertilisasi internal maupun fertilisasi eksternal. Berikut adalah beberapa contoh sistem reproduksi pada hewan vertebrata:
  1. Reproduksi pada ikan terjadi secara eksternal dan ovipar (bertelur).
  2. Reproduksi pada amfibi terjadi secara eksternal, ovipar, dan mengalami metamorfosis.
  3. Reproduksi pada reptil terjadi secara internal yang umumnya ovipar.
  4. Reproduksi pada burung terjadi secara internal dan ovipar.
  5. Reproduksi pada mamalia terjadi secara internal dan vivipar (melahirkan).
Sedangkan reproduksi pada invertebrata ada yang terjadi secara aseksual (contoh: fragmentasi, pertunasan, dan pertenogenesis) dan ada juga yang terjadi secara seksual yakni dengan proses fertilisasi.
6. Sistem Imun
Sistem imun adalah sistem pertahanan tubuh atau sistem kekebalan tubuh yang melindungi tubuh dari infeksi atau penyakit. Sistem imun pada manusia terdiri dari dua jenis yaitu pertahanan tubuh alami dan pertahanan tubuh oleh sel darah putih.
Pertahanan tubuh alami terdiri dari empat mekanisme yaitu pertahanan fisik (contoh: air mata, minyak, dan mukus), pertahanan mekanik (contoh: rambut hidung), pertahanan kimia (contoh: zat kimia yang ada pada air mata, mukus, air liur, dan keringat), dan pertahanan biologis (contoh: bakteri baik/tidak berbahaya). Sedangkan pertahanan tubuh oleh sel darah putih dilakukan dengan lima jenis sel darah putih yaitu neutrofil, eosinofil, basofil, monosit, dan limfosit.
Ketika sistem imun bekerja, maka ia akan memberikan respon imun. Respon imun dapat berupa respon imun non-spesifik (seperti inflamasi dan fagositosis) dan respon imun spesifik (diperantarai oleh antibodi atau sel).
Penyakit juga dapat dicegah dengan imunisasi buatan. Imunisasi dapat dilakukan dengan meningkatkan kekebalan tubuh dan vaksinasi. Antibiotik juga dapat digunakan untuk membunuh mikroorganisme merugikan.

  

Sistem Peredaran Darah










Jantung berfungsi sebagai alat pemompa darah






Proses kerja jantung

Ketika serambi jantung mengembang (berelaksasi), darah
1. Dari seluruh tubuh masuk ke serambi kanan, sedang darah dari paru-paru masuk ke serambi kiri.
2. Ketika serambi jantung menguncup (berkontraksi) darah dari serambi kanan masuk ke bilik kanan, sedang darah dari serambi kiri masuk ke bilik kiri.
3. Pada saat bilik jantung berkontraksi (menguncup), darah dari bilik kanan menuju paru-paru, sedangkan darah dari bilik kiri menuju ke seluruh tubuh.
4. Setiap kali berdenyut, bilik kanan dan bilik kiri beristirahat lebih kurang 1/20 detik.

Pembuluh Darah 
Pembuluh nadi (arteri), yaitu pembuluh yang mengangkut darah
1. Dari jantung ke seluruh tubuh. Pembuluh ini dibedakan menjadi aorta, arteri dan arteriole. 
2. Pembuluh balik (vena), yaitu yaitu pembuluh yang mengangkut darah dari seluruh organ tubuh menuju ke jantung.
3. Pembuluh kapiler, yaitu pembuluh halus yang menghubungkan arteriole dengan venule. Pada pembuluh inilah terjadi pertukaran oksigen dari darah dengan karbondioksida jaringan.

Darah

Eritrosit (sel darah merah)
Bentuknya cakram bikonkaf (bulat pipih dan cekung di tengahnya)
Tidak berinti
Setiap 1mm3 darah, mengandung 4 juta – 6 juta eritosit.
Berwarna merah karena mengandung haemoglobin (Hb) yang berfungsi mengikat oksigen.





Leukosit (sel darah putih)

Memiliki bentuk tidak tetap dandapat bergerak bebas
Selnya tidak mempunyai pigmen, tetapi berinti.
Setiap 1mm3 darah, mengandung
6.000 – 9.000 leukosit.
Berfungsi melawan kuman yang masuk ke dalam tubuh dengan cara fagositosis dan membentuk antibodi.

Trombosit (keping darah)

Sel-selnya kecil, bentuk tak beraturan dan mudah pecah.
Tiap 1 mm3 darah mengandung, 200.000 - 300.000 trombosit.
berfungsi dalam proses pembekuan darah.
Trombosit berumur kurang lebih 2-3 hari.


Kelainan/gangguan pada sistem peredaran darah 

Hemofilia: penyakit keturunan dimana darah sukar membeku
Anemia: penyakit kekurangan darah yang mungkin disebabkan oleh Hb yang kurang mengandung zat besi (Fe), dapat juga karena kekurangan air sel darah merah
Eritroblastosis fetalis: kerusakan sel darah pada bayi yang baru lahir akibat kemasukan aglutinin dari luar
Leukimia: penyakit yang disebabkan penambahan leukosit yang tidak terkendali
Trombus/embolus: disebabkan adanya gumpalan darah pada nadi tajuk atau arteri koronaria
Sklerosis: penyakit karena pengerasan pembuluh darah (ada dua macam, yaitu aterosklerosis yang disebabkan endapan lemak dan Arteriosklerosis yang disebabkan oleh endapan zat kapur)
Varises: pelebaran pembuluh balik pada kaki.

Sistem Gerak Manusia

 
FastStoneEditor Sistem gerak pada manusia (1) : TulangAlat gerak pada manusia dan hewan tingkat tinggi adalah tulang dan otot. Tulang disebut alat gerak pasif, sedangkan otot disebut alat gerak aktif karena kemampuannya berkontraksi sehingga dapat menggerakkan tulang. Posting kali ini membahas dengan singkat mengenai Sistem gerak pada manusia : Tulang dan Otot.

Tulang

Tulang-tulang dalam tubuh manusia menyusun suatu sistem kerangka. Tulang-tulang yang menyusun rangka mempunyai struktur yang beraneka ragam, sesuai dengan fungsinya. Secara umum fungsi rangka adalah:
  • menegakkan tubuh
  • sebagai alat gerak pasif
  • tempat melekatnya otot-otot rangka
  • melindungi alat-alat yang vital seperti otak, jantung, paru-paru dan lain sebagainya
  • tempat pembentukan sel-sel darah
  • tempat deposit kalsium dan fosfat

Macam-macam Tulang

Tulang dapat dibedakan atas beberapa macam, baik berdasarkan jenisnya maupun berdasarkan bentuknya. Berdasarkan jenisnya, tulang dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

Tulang rawan (kartilago)

Tulang rawan (kartilago) terdiri atas sel-sel tulang rawan (kondrosit) yang mengeluarkan matriks yang disebut kondrin. Tulang rawan bersifat bingkas atau lentur. Tulang rawan pada anak berbeda dengan tulang rawan pada orang dewasa, karena tulang rawan pada anak berasal dari mesenkim dan lebih banyak mengandung sel tulang, sedangkan pada orang dewasa berasal dari perikondrium (selaput tulang rawan) yang mengandung calon sel tulang rawan (kondroblas).

Tulang keras / sejati (osteon)

Tulang keras dibentuk oleh  sel-sel tulang keras (osteosit) yang mengeluarkan matriks yang mengandung senyawa kapur dan fosfat. Penimbunan senyawa ini dalam matriks menyebabkan tulang menjadi keras. Osteosit yang meyusun tulang keras menempati suatu bagian yang disebut lakuna. Lakuna ini dihubungkan dengan lakuna-lakuna lain oleh suatu saluran kecil yang disebut kanalikuli. Lakuna yang berisi osteosit ini membentuk suatu struktur konsentris yang berpusat pada bagian tengan yang disebut saluran Havers. Pada saluran ini terdapat sistem saraf dan pembuluh darah yang bertugas mensuplai oksigen dan nutrisi bagi osteosit.
FastStoneEditor Sistem gerak pada manusia (1) : Tulang
FastStoneEditor Sistem gerak pada manusia (1) : Tulang
Berdasar matriksnya dikenal dua macam tulang, yaitu:
  • tulang keras atau tulang kompak, bila matriks tulang rapat dan padat, misalnya:tulang pipa
  • tulang spons, bila matriksnya berongga, misalnya: tulang pendek, tulang pipih
Berdasarkan bentuknya tulang dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
  • tulang pipa, misalnya tulang paha, tulang betis, tulang kering, tulang hasta, dan tulang pengumpil
  • tulang pipih, misalnya tulang rusuk, tulang belikat, dan tulang tengkorak
  • tulang pendek, misalnya tulang pangkal lengan, tulang pangkal kaki, dan ruas-ruas tulang belakang

Osifikasi (proses penulangan)

Tulang pipa terbagi atas tiga bagian, yaitu bagian ujung disebut epifise, bagian tengahnya yang tersusun atas tulang keras disebut diafise, dan antara diafise dan epifise terdapat cakra epifise, yang terdiri atas tulang rawan dan banyak mengandungosteoblas (calon osteosit). Pada orang yang masih dalam pertumbuhan bagian inilah yang dapat bertambah panjang. Di dalam tulang pipa terdapat rongga. Rongga ini terjadi karena aktivitas osteoklas yang berfungsi merombak sel-sel tulang. Selanjutnya rongga itu berisi sumsum tulang. Sumsum ini berwarna kuning, yang merupakan campuran antara lemak dan sumsum merah. 
Osifikasi adalah proses perubahan tulang rawan menjadi tulang keras. Rangka manusia telah terbentuk pada akhir bulan kedua, atau awal bulan ketiga pada waktu perkembangan embrio. Yang mula-mula terbentuk adalah tulang rawan. Kartilago berasal dari jaringan ikat embrional atau mesenkim. Di dalam kartilago terdapat rongga yang mengandung osteoblas. Peristiwa pengerasan tulang ini urutannya sebagai berikut:
FastStoneEditor Sistem gerak pada manusia (1) : Tulang
  1. tulang rawan pada embrio banyak mengandung osteoblas, terutama pada bagian tengah epifise dan bagian tengah diafise serta pada jaringan ikat pembungkus tulang rawan
  2. osteoblas kemudian akan membentuk osteosit, (sel-sel tulang keras), yang tersusun melingkar membentuk suatu sistem Havers, yang banyak mengandung pembuluh darah serta serabut saraf
  3. osteosit mensekresikan zat protein yang akan menjadi matriks tulang, dan setelah mendapatkan tambahan senyawa Ca dan P, maka tulang akan mengeras
  4. terjadinya penulangan pada bagian epifise dan diafise akan menyebabkan terbentuknya daerah antara yang tidak mengalami penulangan yang disebut cakra epifise yang berupa tulang rawan yang banyak mengandung osteoblas
  5. bagian cakra epifise terus mengalami penulangan, sehingga bagian inilah yang dapat menyebabkan tulang tumbuh memanjang
  6. di bagian tengah tulang pipa terdapat osteoklas yang merombak sel-sel tulang yang telah terbentuk, sehingga terbentuk rongga yang berisi sumsum tulang

Hubungan Antartulang (Artikulasi)

FastStoneEditor Sistem gerak pada manusia (1) : TulangTulang-tulang di dalam tubuh ada yang saling berhubungan dengan erat ada pula yang tidak. Hubungan antartulang ini disebut artikulasi. Hubungan antara tulang yang satu dengan lainnya (persendian tulang) dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sinartrosis dan diartrosis.
  • Sinartrosis, yaitu hubungan antartulang yang tidak memungkinkan adanya gerak. Pada jenis artikulasi ini penghubungnya adalah jaringan ikat yang kelak akan mengalami osifikasi. Misalnya hubungan antar tulang tengkorak (sutura)
  • Amfiarthrosis yaitu hubungan antartulang yang memungkinkan sedikit gerak karena antartulang dihubungkan oleh tulang rawan. Misalnya ruas tulang belakang (vertebrae) dan hubungan antara tulang belakang dengan tulang rusuk.
  • Diartrosis, yaitu hubungan antartulang yang memungkinkan timbulnya gerak, sering disebut dengan sendi.
Macam-macam hubungan diartrosis:
  1. Sendi kaku, kedua ujung tulang agak rata, sehingga menghasilkan gerakan geser dan tidak berporos. Contohnya,hubungan antartulang karpal (tulang pergelangan kaki).
  2. Sendi engsel, ujung tulang yang bergerak membentuk lekukan. Gerakan ini berporos satu. Misalnya, hubungan tulang pada siku, lutut dan ruas antar jari.
  3. Sendi ovoid, di mana kedua ujung tulang yang satu berbentuk oval, dan masuk ke dalam suatu lekuk yang berbentuk elips. Misalnya, persendian antara pergelangan tangan dan tulang pengumpil. Sendi ini memungkinkan berporos dua dengan gerak ke kiri dan ke kanan, maju-mundur dan muka-belakang.
  4. Sendi putar, ujung tulang yang satu dapat mengitari ujung tulang yang lain. Gerakan ini memungkinkan adanya gerakan rotasi yang berporos satu. Misalnya, hubungan antara tulang kepala dan tulang atlas.
  5. Sendi pelana, kedua ujung tulang membentuk sendi pelana berporos dua. Misalnya, hubungan antara ruas jari tangan dengan tulang tapak tangan.
  6. Sendi peluru (endartrosis), apabila ujung tulang yang satu berbentuk bonggol masuk ke tulang yang berbentuk cekungan. Hubungan ini berporos tiga. Misalnya, tulang lengan atas dengan tulang belikat, tulang paha dengan tulang pinggul.

STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN HEWAN

Tubuh hewan tersusun atas banyak sel yang pada tempat tertentu sel-sel itu bersatu membentuk jaringan. Macam jaringan, organ dan sistem organ pada setiap organisme tidak selalu sama, tergantung pada tingkatan organisme itu.
A. Jaringan Hewan
1. Jaringan Epitelium
Merupakan jaringan penutup permukaan tubuh, baik permukaan tubuh sebelah luar maupun sebelah dalam. Sel-sel epitulium terikat satu dengan lainnya oleh zat pengikat (semen) antar sel, sehingga hampir tidak ada ruangan antar sel. Dengan demikian jaringan ini dapat melindungi jaringan dibawahnya dari pengaruh lingkungan luar. Jaringan epitelium dapat dikelompokkan berdasarkan jumlah lapisan sel dan bentuknya, dan berdasarkan struktur dan fungsinya.
a. Epitelium berdasarkan jumlah lapisan sel dan bentuk
- Epitelium sederhana
Ada yang berbentuk pipih, seperti kubus, atau seperti batang (silindris)
- Epitelium berlapis semu
Epitelium ini sebenarnya tersusun atas selapis sel epitelium tetapi ketinggian sel yang menyusunnya tidak sama, sehingga terlihat seperti berlapis. Epitelium berlapis semu terdapat pada trakea.
- Epitelium berlapis
Epitelium berlapis tersusun atas dua atau lebih lapisan sel. Sel pada lapisan paling dasar disebut sebagai sel basal dan terletak di atas membran basal. Di atas sel basal terdapat beberapa lapis sel yang berbentuk pipih, kubus, atau batang.
b. Epitelium berdasarkan struktur dan fungsi
Berdasarkan struktur dan fungsinya jaringan epitelium dibedakan menjadi dua.
1. Jaringan epitelium penutup
Berperan melapisi permukaan tubuh dan jaringan lainnya. Jaringan ini terdapat di permukaan tubuh, permukaan organ, melapisi rongga atau merupakan lapisan di sebelah dalam dari saluran yang ada pada tubuh.
2. Jaringan epitelium kelenjar
Tersusun oleh sel-sel khusus yang mampu menghasilkan sekret atau getah cair yang berbeda dengan darah dan cairan antar sel, kelenjar dibedakan menjadi 2, yaitu kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin.
2. Jaringan Ikat
Jaringan ikat atau jaringan penyambung merupakan jaringan yang selalu berhubungan dengan jaringan lainnya atau organ-organ
Fungsi jaringan ikat :
- Melekatkan suatu jaringan ke jaringan
- Membungkus organ-organ
- Menghasilkan umunitas
Komponen Jaringan Ikat
1. Sel
2. Serabut, atau serat penyusun jaringan ikat terdiri atas tiga macam. Yaitu kolagen, elastin, retikulum.
3. Zat dasar, merupakan zat yang tidak berbentuk, tidak berwarna, dan homogen.
Macam-macam Jaringan
1. Jaringan Ikat biasa
a. Jaringan ikat padat
b. Jaringan Ikat longgar
2. Jaringan ikat khusus
a. Jaringan tulang rawan (kartilago)
b. Jaringan tulang sejati (osteon)

Struktur Jaringan Hewan

Jaringan Pada Hewan

Jaringan Epitel adalah jaringan yang melapisi bagian permukaan tubuh hewan multiseluler, baik permukaan luar maupun permukaan dalam.
Fungsi umum epitel ialah sebagai pelindung (proteksi) dan menyeleksi apa saja yang masuk dan keluar tubuh



Macam Jaringan Epit
el 

Epitelium pipih selapis
Lokasi: Peritorium yang membatasi rongga tubuh, endotelium pada permukaan dalam pembuluh darah dan jantung, alveolus paru-paru, dinding luar kapsula. Bowman dalam ginjal, selaput gendang telinga, pleura, timica serosa dari perikardium.
Fungsi: Difusi atau filtrasi

Epitelium pipih berlapis banyak
Lokasi: Epidermis kulit, rongga mulut, esofagus, lapisan dalam anus, uretra, vagina.
Fungsi: Proteksi/perlindungan.

Epitelium kubus selapis
Lokasi: Kelenjar dan salurannya, permukaan luar ovarium, permukaan dalam lensa mata, epitel berpigmen retina, tubulus reanalis.
Fungsi: Sekresi dan absorpsi

Epitelium kubus berlapis banyak
Lokasi: Saluran kelenjar keringat, kelenjar minyak, kelenjar ludah, pengembangan epitel di ovarium dan testis .
Fungsi:Sekresi.

Epitelium silindris selapis Lokasi:
Bermikrofili : usus (menyusun jonjot-jonjot usus).
Bersilia : rongga hidung, bronkus, oviduk.
Tak bersilia : lambung, kandung empedu, uterus dan salurannya .
Fungsi: Proteksi, sekresi dan absorpsi

Epitelium silindris berlapis banyak Lokasi: Laring (sel-selnya bersilia), faring, uretra, lapisan lendir (membran mukosa), anus.
Fungsi: Proteksi, sekresi dan absorpsi .

Epitelium silindris berlapis banyak semu
Lokasi: Sel-sel bersilia : duktus epididymis vasedeferen, membran mukosa saluran pernafasan, tuba eustakhius. Sedangkan yang terdapat pada uretra laki-laki sel-selnya tidak bersilia .
Fungsi: Proteksi, sekresi dan pergerakan zat

Epitelium transisional
Lokasi: Kandung kemih, ureter, uretra, dan ginjal.
Fungsi: Proteksi terhadap perubahan volume organ.

Jaringan Ikat







Macam Jaringan ikat:
Jaringan ikat biasa
Jaringan ikat longgar
Jaringan ikat padat
Jaringan ikat khusus
Tulang rawan
Tulang
Darah dan limfe
Jaringan lemak

Jaringan Otot







Macam-macam Sel Otot
Otot lurik: bekerja dibawah saraf sadar (volunter), cepat menanggapi rangsang, inti lebih dari satu dan terletak di tepi sel, mengandung serabut otot, memiliki myofibril yang memantulkan cahaya gelap terang berselang-seling, terdapat pada organ luar.
Otot polos: bekerja dibawah saraf tidak sadar (involunter), lambat menanggapi rangsang, inti satu dan terletak di tengah sitoplasma, tidak mengandung serabut otot, terdapat pada organ viseral
Otot jantung: bekerja dibawah saraf tidak sadar (involunter), lambat menanggapi rangsang, inti satu atau lebih dari satu dan terletak di tepi sitoplasma, memiliki

Jaringan Saraf
Sel saraf terdiri atas: dendrit, badan sel saraf yang mengandung inti, akson.
Macam-macam sel saraf berdasarkan fungsinya:
Saraf sensorik/aferent
Saraf motorik/eferent