Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi Memberi hormat Kepada Guru-Guru Seluruh Indonesia.

Seminar Nsional IGI Gresik

Seminar Nsional IGI Gresik, 15 Mei 2016 di Auditorium Universitas Muhamadiyah Gresik

Maulid Nabi

Maulid Nabi Muhammad SAW di SMA Negeri 1 Menganti Gresik

Kegiatan SAGUSATAB IGI GRESIK

Pelatihan Optimalisai Penggunaan TAB Samsung A8

Kegiatan SAGUSABU

Launching Buku Catatan Cinta Untuk Ibu di LPMP Jatim

Hari Guru Nasional

Foto Bersama Siswa Setelah Upacara Peringatan Hari Guru Nasional di SMAN 1 Menganti Gresik

Kemah Karakter Bangsa

Kemah Karakter Bangsa di Malang Jawa Timur

Senin, 26 Desember 2016

AL QUR'AN DAN SANG JENDRAL

Sebuah Kisah Nyata

Suatu sore pada tahun 1525, penjara tempat orang tahanan terasa hening mencengkam. Jenderal Adolf Roberto, pemimpin penjara yg terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan.
Setiap sipir penjara membungkukkan badannya rendah² ketika 'algojo penjara' itu berlalu di hadapan mereka. Karena kalau tidak, sepatu 'jenggel' milik tuan Roberto yg fanatik ... itu akan mendarat di wajah mereka.
Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseorang mengumandangkan suara² Ayat Suci yang amat ia benci.
"Hai ... hentikan suara jelekmu! Hentikan!!!" teriak Roberto sekeras-kerasnya sembari membelalakkan mata.
Namun apa yang terjadi? Laki² di kamar tahanan tadi tetap saja bersenandung dg khusyu'nya. Roberto bertambah berang. Algojo penjara itu menghampiri kamar tahanan yg luasnya tak lebih sekadar cukup untuk 1 orang.
Dg congkak ia menyemburkan ludahnya ke wajah renta sang tahanan yg keriput hanya tinggal tulang. Tak puas sampai di situ, ia lalu menyulut wajah dan seluruh badan orang tua renta itu dg rokoknya yg menyala.
Sungguh ajaib ... tak terdengar secuil pun keluh kesakitan. Bibir yg pucat kering milik sang tahanan amat gengsi untuk meneriakkan kata kepatuhan pada sang algojo, bibir keringnya hanya berkata lirih, "Rabbi, wa-ana 'abduka."
Tahanan lain yg menyaksikan kebiadaban itu serentak bertakbir sambil berkata, "Bersabarlah wahai ustadz ... Insyaa Allah tempatmu di Syurga."
Melihat kegigihan orang tua yg dipanggil ustadz oleh sesama tahanan, 'algojo penjara' itu bertambah memuncak amarahnya.
Ia perintahkan pegawai penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu keras² hingga terjerembab di lantai.
"Hai orang tua busuk!! Bukankah engkau tahu, aku tidak suka bahasa jelekmu itu?! Aku tidak suka apa-apa yg berhubung dg agamamu!!"
Sang Ustadz lalu berucap, "Sungguh ... aku sangat merindukan kematian, agar aku segera dapat menjumpai kekasihku yg amat kucintai, Allah Subhanahu wa ta'ala ... Karena kini aku berada di puncak kebahagiaan karena akan segera menemuiNya, patutkah aku berlutut kepadamu, hai manusia busuk? Jika aku turuti kemauanmu, tentu aku termasuk manusia yg amat bodoh."
Baru saja kata² itu terhenti, sepatu laras Roberto sudah mendarat di wajahnya. Laki² itu terhuyung. Kemudian jatuh terkapar di lantai penjara dg wajah bersimbah darah.
Ketika itulah dari saku baju penjaranya yg telah lusuh, meluncur sebuah 'buku kecil'. Adolf Roberto bermaksud memungutnya. Namun tangan sang Ustadz telah terlebih dahulu mengambil dan menggenggamnya erat².
"Berikan buku itu, hai laki² dungu!" bentak Roberto.
"Haram bagi tanganmu yg kafir dan berlumuran dosa untuk menyentuh barang suci ini!" ucap sang ustadz dg tatapan menghina pada Roberto.
Tak ada jalan lain, akhirnya Roberto mengambil jalan paksa untuk mendapatkan buku itu. Sepatu laras berbobot dua kilogram itu ia gunakan untuk menginjak jari² tangan sang ustadz yg telah lemah. Suara gemeretak tulang yg patah terdengar menggetarkan hati. Namun tidak demikian bagi Roberto.
Laki² bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak tulang yg terputus. Bahkan 'algojo penjara' itu merasa lebih puas lagi ketika melihat tetesan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yg telah hancur.
Setelah tangan renta itu tak berdaya, Roberto memungut buku kecil yg membuatnya penasaran. Perlahan Roberto membuka sampul buku yg telah lusuh. Mendadak algojo itu termenung.
"Ah ... sepertinya aku pernah mengenal buku ini. Tapi kapan? Ya, aku pernah mengenal buku ini," suara hati Roberto bertanya-tanya.
Perlahan Roberto membuka lembaran pertama buku itu.
Pemuda berumur tiga puluh tahunan itu bertambah terkejut tatkala melihat tulisan² "aneh" dalam buku itu. Rasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu. Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Spanyol. Akhirnya Roberto duduk di samping sang ustadz yg telah melepas nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis sang algojo kini diliputi tanda tanya yg dalam.
Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras mengingat peristiwa yg dialaminya sewaktu masih kanak². Perlahan, sketsa masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan Roberto.
Pemuda itu teringat ketika suatu sore di masa kanak²nya terjadi kericuhan besar di negeri tempat kelahirannya ini.
Sore itu ia melihat peristiwa yg mengerikan di lapangan Inkuisisi (lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia).
Di tempat itu tengah berlangsung pesta darah dan nyawa.
Beribu-ribu jiwa tak berdosa berjatuhan di bumi Andalusia.
Di ujung kiri lapangan, beberapa puluh wanita berhijab (jilbab) digantung pada tiang² besi yg terpancang tinggi.
Tubuh mereka bergelantungan tertiup angin sore yg kencang, membuat pakaian muslimah yg dikenakan berkibar-kibar di udara.
Sementara, di tengah lapangan ratusan pemuda Islam dibakar hidup² pada tiang² salib, hanya karena tidak mau memasuki agama yang dibawa oleh para rahib.
Seorang bocah laki² mungil tampan, berumur tujuh tahunan, malam itu masih berdiri tegak di lapangan Inkuisisi yg telah senyap. Korban² kebiadaban itu telah syahid semua.
Bocah mungil itu mencucurkan airmatanya menatap sang ibu yg terkulai lemah di tiang gantungan. Perlahan-lahan bocah itu mendekati tubuh sang ummi (ibu) yg sudah tak bernyawa, sembari menggayuti abayanya.
Sang bocah berkata dg suara parau, "Ummi ... ummi ... mari kita pulang. Hari telah malam. Bukankah ummi telah berjanji malam ini akan mengajariku lagi tentang alif, ba, ta, tsa ....? Ummi, cepat pulang ke rumah ummi ..."
Bocah kecil itu akhirnya menangis keras, ketika sang ummi tak jua menjawab ucapannya. Ia semakin bingung dan takut, tak tahu harus berbuat apa. Untuk pulang ke rumah pun ia tak tahu arah.
Akhirnya bocah itu berteriak memanggil bapaknya, "Abi ... Abi ... Abi ..."
Namun ia segera terhenti berteriak memanggil sang bapak ketika teringat kemarin sore bapaknya diseret dari rumah oleh beberapa orang berseragam.
"Hai ... siapa kamu?!" teriak segerombolan orang yang tiba-tiba mendekati sang bocah.
"Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi," jawab sang bocah memohon belas kasih.
"Hah ... siapa namamu bocah, coba ulangi!" bentak salah seorang dari mereka.
"Saya Ahmad Izzah ..." sang bocah kembali menjawab dg agak grogi.
Tiba² "plak! sebuah tamparan mendarat di pipi sang bocah.
"Hai bocah ...! Wajahmu bagus tapi namamu jelek. Aku benci namamu. Sekarang kuganti namamu dengan nama yg bagus. Namamu sekarang 'Adolf Roberto' ... Awas! Jangan kau sebut lagi namamu yg jelek itu. Kalau kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan kubunuh!" ancam laki² itu.
Sang bocah meringis ketakutan, sembari tetap meneteskan air mata. Anak laki-laki mungil itu hanya menurut ketika gerombolan itu membawanya keluar lapangan Inkuisisi. Akhirnya bocah tampan itu hidup bersama mereka.
Roberto sadar dari renungannya yg panjang. Pemuda itu melompat ke arah sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yg melekat pada tubuh sang ustadz. Ia mencari-cari sesuatu di pusar laki-laki itu. Ketika ia menemukan sebuah 'tanda hitam' ia berteriak histeris, "Abi ... Abi ... Abi ..."
Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti Ahmad Izzah dulu.
Pikirannya terus bergelut dg masa lalunya. Ia masih ingat betul, bahwa buku kecil yg ada di dalam genggamannya adalah Kitab Suci milik bapaknya, yg dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak menidurkannya.
Ia juga ingat betul ayahnya mempunyai 'tanda hitam' pada bagian pusar.
Pemuda beringas itu terus meraung dan memeluk erat tubuh renta nan lemah. Tampak sekali ada penyesalan yg amat dalam atas ulahnya selama ini. Lidahnya yg sudah berpuluh-puluh tahun alpa akan Islam, saat itu dengan spontan menyebut, "Abi ... aku masih ingat alif, ba, ta, tsa ..."
Hanya sebatas kata itu yg masih terekam dalam benaknya.
Sang ustadz segera membuka mata ketika merasakan ada tetesan hangat yg membasahi wajahnya.
Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat seseorang yg tadi menyiksanya habis²an kini tengah memeluknya. "Tunjuki aku pada jalan yg telah engkau tempuh Abi, tunjukkan aku pada jalan itu ..." terdengar suara Roberto memelas.
Sang ustadz tengah mengatur nafas untuk berkata-kata, ia lalu memejamkan matanya. Air matanya pun turut berlinang. Betapa tidak, jika sekian puluh tahun kemudian, ternyata ia masih sempat berjumpa dg buah hatinya, di tempat ini. Sungguh tak masuk akal. Ini semata-mata bukti kebesaran Allah.
Sang Abi dg susah payah masih bisa berucap, "Anakku, pergilah engkau ke Mesir. Di sana banyak saudaramu. Katakan saja bahwa engkau kenal dg Syaikh Abdullah Fattah Ismail Al-Andalusy. Belajarlah engkau di negeri itu."
Setelah selesai berpesan sang ustadz menghembuskan nafas terakhir dg berbekal kalimah indah, "Asyhadu an-laa Ilaaha illalloh, wa asyhadu anna Muhammadan Rasullulloh ...'.
Beliau pergi menemui Rabbnya dg tersenyum, setelah sekian lama berjuang di bumi yg fana ini.
Kemudian..
Ahmad Izzah mendalami Islam dg sungguh² hingga akhirnya ia menjadi seorang alim di Mesir. Seluruh hidupnya dibaktikan untuk Islam, sebagai ganti kekafiran yg di masa muda sempat disandangnya. Banyak pemuda Islam dari berbagai penjuru dunia berguru dengannya. Dialah ... "Al-Ustadz Ahmad Izzah Al-Andalusy".
-----------------
Benarlah firman Allah ...
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
(QS:30:30)
Masya Allah...
Semoga kisah ini dapat membuat hati kita luluh dengan hidayah Allah yang mudah-mudahan dapat masuk mengenai qolbu kita untuk tetap taat kepadaNya.

Selasa, 20 Desember 2016

Dunning-Kruger Effect: Mengapa Pandu Wijaya Dan Pemuda Lainnya Berani Menghina Gus Mus


   NLP in actionPsikologi


Lagi lagi kisah menghebohkan kembali lagi menyeruak di tengah hiruk pikuk kasus penistaan agama ahok. Bermula dari Twit KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) yang merasa prihatin saat mendengar rencana Shalat Jumat di Jalan Raya saat demo lanjutan 2 Desember 2016.
Tentu saja beragam pendapat bermunculan setelah twit Kiai Nahdlatul Ulama berumur 72 tahun itu tersebar di sosial media, tapi yang tidak disangka-sangka ada “tiga pemuda” yang entah darimana dengan arogannya menghina gusmus.
Bahkan ada yang sampai bilang “ndasmu” ke GusMus. Wahhh… ucapan yang sangat kasar meski untuk saya (yang tiap hari ngomong kasar, maklum orang surabaya ;p)
Tapi ada satu hal yang menurut saya keren dari Gus Mus, Alih alih marah dan membalasnya justru Beliau sudah memaafkannya bahkan sebelum pemuda itu memohon maaf
Ya…. kita bisa belajar kebesaran hati Gus mus
Untuk memberi tanggapan sih rasanya tidak masalah, karena itulah indahnya demokrasi dan Saya juga bukan orang yang suka memuja-muja seseorang kadang memang seseorang butuh untuk diingatkan.
Tapi bukan itu yang menjadi perhatian saya, yang membuat saya tertarik adalah kenapa pemuda – pemuda “biasa” itu sampai berani-beraninya menghina Gus Mus soal agama yang jelas-jelas merupakan seorang tokoh agama dari NU.
Sebuah kalimat yang merepresentasikan benak anda juga bukan ? .
Dan bukan hanya itu, sebenarnya ada beberapa kasus pemuda lain yang juga menghina tokoh besar bangsa, misalnya Kasus Buya Syafii Maarif.
mengapa Pemuda “biasa” itu sebegitu beraninya menghina tokoh bangsa itu, apakah mereka tidak sadar bahwa tokoh-tokoh ini sudah bertahun-tahun mempelajari agama jauh lebih lama dan lebih kompeten daripada dia?
Kenapa demikian?
Pertanyaan besar nan menguras tenaga ini terjawab oleh penelitian yang dilakukan David Dunning dan Justin Kruger pada tahun 1999. Penelitian itu berjudul “Unskilled and Unaware of it: How difficulties in recognizing one’s own incompetence lead to inflated self assesments.”
Hasil penetian ini membawa sebuah pemahaman baru tentang manusia dan segala bentuk presepsinya, sehingga tak heran penelitian ini akhirnya mendapat hadiah nobel di bidang psikologi pada tahun 2000,.dan fenomena ini dikenal oleh istilah Dunning-Kruger Effect
Yang membuat lucu karena Penelitian ini terinspirasi oleh perampok bank terbodoh sepanjang masa bernama McArthur Wheeler yang sangat over-confidence terhadap kemampuannya dan pengetahuanya terhadap cairan sari lemon
Wheeler mengetahui bahwa sari lemon bisa digunakan sebagai invisible ink atau tinta tidak terlihat dan baru bisa dilihat hanya ketika dipanaskan, sehingga dia yakin bisa membuat wajahnya tidak terekam kamera keamanan jika dia mengoleskan sari lemon ke wajahnya.
Bahkan dia juga mencoba triknya ini dengan cara mengambil selfie dengan camera polaroid miliknya, dan hasilnya luar biasa. Hasil fotonya ngeblank !! Entah kenapa demikian, antara kertas polaroidnya yang bocor, atau dia tidak bisa menggunakan kamera polaroid (Mungkin dia juga tidak sadar bahwa dia tidak kompeten dalam menggunakan kamera).
Bermodalkan trik itu,akhirnya dia merampok dua bank di Pittsburgh pada tahun 1995 dengan penuh percaya diri. “Aku akan jadi pencuri tersukses dan tercerdas yang pernah dicatat sejarah”pikir Wheeler dalam hati sambil membayangkan nikmatnya kekayaan yang melimpah ruah.
Namun tentu saja malam harinya pada hari yang sama, Wheeler ditangkap dan ketika diperiksa oleh polisi, reaksi Wheeler sangat terkejut dan masih tidak percaya bahwa rencana briliannya bisa gagal.
Cerita nyata nag menggelitik itu sampai ke telinga 2 peneliti dan menginspirasi mereka. Pertanyaan besarnya saat itu adalah “Wheller punya kepercayaan diri, tapi jelas dia tidak punya komptensi yang cukup, tapi mengapa dia begitu sangat yakin bahwa dia kan sukses“
Sama seperti kasus diatas, pemuda biasa itu punya kepercayan diri, tapi jelas dia tidak punya kompetensi yang cukup dibandingkan dengan Gus Mus, tapi mengapa dia begitu berani untuk menghina Kiai besar tersebut ??
Dari proses yang panjang penelitian itu, akhirnya terjawab sudah pertanyaannya. Ternyata seringkali orang yang tidak kompeten mengalami bias kognitif sehingga tidak bisa menilai secara akurat kompetensi sesungguhnya dari mereka.
Sebegitu bodohnya mereka sampai mereka tidak kompeten untuk menilai kemampuan mereka sendiri. Karena itu akhirnya membuat mereka sangat percaya diri dan menganggap bahwa dirinya lebih baik dan lebih hebat daripada orang lain pada umumnya. Bahasa surabayanya mungkin “kementus”
dunning-kruger
Sumber: http://humancapitaljournal.com/data/wp-content/uploads/2014/10/Dunning-kruger.jpg
Dari grafik diatas, anda bisa melihat dengan terang benderang, bahwa justru orang yang tidak punya pengalaman (Kompetensi) mempunyai tingkat kepedean yang tinggi.
Tapi semakin dia mulai belajar dan berpengalaman maka berangsur angsur kepercayaan dirinya akan semakin menurun karena menyadari bahwa dia tidak sekompeten itu. “Susah ternyata mas !”
Sama persis seperti kasus pemuda-pemuda yang sering menghina tokoh-tokoh besar di facebook, twitter dan sosmed lainnya. Sebegitu bodohnya mereka sehingga mereka over estimate terhadap kompetensinya dan kelebihannya.
Sebuah realita yang cukup mengecewakan, tapi yaaaaa beginilah hidup
Dunning Kruger Effect: When Someone Is So Incompetent That They Believe They Are Exceptionally Skilled

Dunning-kruger Effect dalam kehidupan sehari-hari: Antara Indonesian Idol, Komentator Sepakbola, dan Demo mahasiswa

Dalam kehidupan sehari hari, kita sering melihat banyak kasus dunning-kruger effect ini, kasus paling gampang nan menghibur adalah kasus Indonesian Idol dan ajang pencarian bakat lainnya.
Anda perhatikan, entah mengapa disetiap sesi indonesian idol selalu ada orang-orang yang jelas suaranya kacau balau sampai memecahkan gendang telinga namun tetap dengan pede mengikuti indonesian idol.
Dia yang suaranya jelek justru tidak pernah menyadari kejelekan suaranya, dan begitu kecewa ketika ditolak Bahkan sebagian malah marah besar ketika dia ditolak.
Saya sering menemui orang yang kecewa berat gara-gara timnas sepakbola kita kalah. Kemudian mereka menggoblok-goblokan pemain yang kurang lihai, kurang ada tenaganya, hingga sang pelatihnya pun tak luput untuk di “goblok-goblokan”
Dalam hati saya berkata “halaaahhh, tanding futsal antar kampung aja belum tentu menang kok pake ngata-ngatain timnas kita yang jelas jelas lebih hebat dari dia”. Kemudian saya senyum senyum sendiri begitu sadar mungkin mereka sedang terkena Dunning-Kruger Effect
Ahhh tiba-tiba saya jadi teringat beberapa tahun lalu saat masih aktif di organisasi kampus. Ada teman saya yang ikutan demo dan menjelek-jelekkan pemerintah saat itu “Dasar bodoh, tidak becus mengurus negara” Teriak dia penuh semangat saat berorasi.
Dalam hati saya ketawa, boleh sih demo karena itu bagian demokrasi tapi kalau sampai berkata kasar gitu apa tidak sadar diri, lah wong dia ngurus organisasi sekecil kampus aja gak becus pake membodoh-bodohkan pemerintahh yang harus ngurus satu negara -__-. Lagi lagi Dunning-Kruger Effect everywehere
Mungkin bawahan yang sering ngomel-ngomel terhadap kebijakan anda jangan-jangan juga terkena Dunning-Kruger Effect atau, malahan jangan-jangan anda sendiri yang terkena Dunning Kruger Effect, gara-gara sering ngatain bos gak becus ngurus perusahaan. Lah anda sendiri sampai sekarang masih jadi karyawan kok,  beda dengan bos anda yang sudah punya perusahaan, jangan jangan anda tidak sekompeten yang anda pikirkan
Guys, Dunning-Krugger is everywhere ðŸ™‚
https://cdn.meme.am/instances/500x/63587824

Cara Supaya Terhindar Dari Dunning Kruger Effect

Ada satu berita bagus untuk anda, karena dengan cerdiknya anda saat ini membaca artikel diblog teknologi pikiran bahkan mendownload ebook gratis yang disediakan, sehingga membuat anda lebih sadar terhadap fenomena ini dan fenomena lainnya, misalnya apa yang terjadi dengan kasus ahok .
Suatu saat ketika anda mulai merasa sudah menjadi master dan mumpuni dalam sebuah kompetensi dan sampai ada keinginan untuk menjelek-jelekan orang lain mungkin saat itu juga anda sedang terjangkit Dunning kruger effect
Enggak, saya gak mau jadi orang yang sok tahu, saya tidak mau keliatan kementus
Bagaimana cara menghindarinya ?
Santai… rilekss
Beruntungnya, dalam hasil penelitannya juga, Dunning – Kruger menyatakan bahwa orang yang tidak kompeten akan mengenali dan mengakui kekurangannya bila mereka mengikuti training terkait keahlian tersebut lebih dalam lagi.
Anda bisa lihat di grafik diatas bahwa ternyata semakin anda terus belajar dan menambah wawasan ada, maka penilaian anda terhadap kompetensi anda akan semakin tepat dan akurat.
Teruslah mengasah kompetensi anda, pelajari apapun itu yang membuat wawasan anda  bertambah luas dan ketrampilan anda semakin cetar membahana
Contohnya, Bagi anda yang sudah merasa puas dengan skill menjual, jangan pernah merasa hebat dan jumawa karena mungkin saat itulah anda sebenarnya terkena Dunning-Kruger Effect. Alih-alih merasa puas, teruslah belajar banyak hal baru lainnya, seperti Belajar Hypnoselling (yang kebetulan caranya bisa anda lihat diblog ini juga).
Menariknya, meskipun banyak alumni kami yang sudah mempunyai pengalaman bertahun-tahun menjual tapi tetap saja menemukan banyak hal baru. Alumni kami jadi mengerti struktur penjualan dengan jelas, mengetahui cara kerja pikiran manusia sehingga bisa ditembus dengan sangat mudah, mengerti secara psikologi mengapa sebuah teknik penjualan bisa efektif untuk digunakan  sehingga alih-alih menggunakannya secara membabi buta, banyak alumni kami yang secara sadar menggunakan setiap teknik, karena sudah tahu caranya.
Ujung-ujungnya tingkat penjualan semakin melejit. Kabar terakhir bahkan ada alumni peserta yang baru saja dealing 2 Milyar, gilaaa !!! *alumni pasti tahu siapakah dia
Akhirnya dengan memahami fenomena Dunning-Kruger Effect ini makna Pribahasa “Kejarlah lmu sampai ke negeri cina” menjadi semakin dalam bagi kita, tidak lain tidak bukan supaya kita tidak terjebak dalam ilusi ini.
Akhirnya kita juga sadar bahwa pemahaman ini membuktikan kearifan-kearifan lokal budaya kita yang tercemin dalam setiap peribahasa seperti “Tong kosong nyaring bunyinya”, atau“orang itu seperti padi, semakin berisi biasanya semakin merunduk”
Di akhir artikel saya ingin mengutip kata William Shakespeare yang legendaris,
dalam dramanya berjudul As You Like It dia pernah berkata bahwa,
“orang bodoh merasa dirinya bijak, tapi orang bijak merasa dirinya bodoh.”
Ya.. mungkin memang seperti itu adanya.

Salam terbaik untuk anda
Human mind Specialist

Zain ambi


Sumber : Teknologipikiran.com

Filter Bubble Effect : Bahaya Algoritma Facebook Yang Membuat Anda Semakin Fanatik Dan Rasis





            
            Masih tebal ingatan saya waktu harus bekerja keras menghemat uang jajan hanya untuk ke warnet dekat sekolah.Sama seperti sebagian besar dari anda, beberapa tahun silam internet adalah barang mewah bagi kebanyakan orang. Saya sumringah bukan main saat menghabiskan waktu di warnet meski hanya untuk ngobrol via MIRC dengan orang yang gak dikenal (pasti anda juga senyum-senyum sendiri waktu dengar kata MIRC)
MIRC tentu saja booming, tapi masih ada lagi bapak sosial media yang juga hits banget saat itu yaitu “friendster”. Bayangkan saja, setiap kali ketemu orang selalu yang ditanyakan adalah “id Friendster kamu apa ?” dan dengan bangga saya menajawab Id saya “Zain Ambi Sang Mentalist” (maklum dulu masih tergila-gila dengan seni misteri itu,)
Setidaknya dengan selalu mengingat Friendster, kita jadi menyadari bahwa dulu kita pernah alay juga :p. Jadi apa nama Id Friendster kamu?

*sengaja saya beri jeda, untuk mengingat-ingat nama alay Friendster anda dulu ðŸ™‚

Jaman pun berubah sehingga kian lama internet tidak lagi sebuah barang mewah tapi sudah menjadi kebutuhan. Sebegitu pentingnya, konon katanya kita butuh 4 hal yaitu Harta, Tahta, Wanita, dan Paket Data. Nyaris Semua orang punya akun sosmed, kita bisa bertemu dengan teman lama yang hilang entah kemana juga lewat facebook kan?
Sepertinya ini perubahan yang menggembirakan, iya kan?
Semua bisa kita dapat dari internet. Saya pertama kali belajar hypnosis hingga nyemplung ke dunia hypnosis, NLP dan teknologi pikiran lainnya juga berawal dari bergabung di sebuah forum online. Dan forum itu juga yang kemudian menginspirasi saya untuk membuat blog ini. Mau tahu bagaimana? Banyak hal yang bisa dipelajari hanya dengan mengandalkan beberapa klik di mbah google. Bahkan saya tahu fenonema Dunning Kruger Effect pun bukan dari textbook waktu kuliah tapi dari jurnal yang saya donwload dari internet. Sehingga pada akhirnya terciptalah artikel tentang Dunning Kruger yang viral hingga dishare lebih dari 800 orang (jumlah share yang lumayan mengingat umur blog ini yang belum sampai 1,5 bulan),
Saya sendiri cukup kaget bercampur senang melihatnya dan lagi-lagi tidak bisa dipungkiri bahwa semua karena internet bung !! Hail Internet !!
Tapi akhir-akhir ini saya mulai menyadari suatu hal. Ternyata internet dan sosial media tidak sebaik yang kita kira. Bak pedang bermata dua, selain dampak positif yang aduhai ternyata ada juga dampak negatif internet yang begitu mengerikan. Parahnya hal negatif ini tidak kita sadari. Dan ini saya sebut dengan KUTUKAN FACEBOOK!!
Sebenarnya ini tidak hanya terjadi di jejaring sosial facebook, sebagian besar situs lainnya juga begitu. Tapi entah kenapa dampaknya lebih kentara di facebook yang akan saya paparkan sebentar lagi.
Kutukan Facebook ini akhirnya menjawab pertanyaan besar yang sering muncul di pikiran saya belakangan tentang beberapa hal seperti mengapa di facebook para penggunanya semakin banyak yang fanatik, entah itu fanatik ke kiri atau ke kanan. Kita semakin terdistract terbagi menjadi dua pihak dengan begitu jelas
Dan kutukan Facebook itu dikarenakan oleh algoritma facebook
algoritm
Fenomena ini dikenal dengan namaFilter Buble Effect yang digalakkan oleh aktivits internet nan cerdas bernama Eli Pariser di tahun 2011. Ia juga menerbitkan buku yang viral dengan judul yang sama “The Filter Bubble: How the New Personalized Web Is Changing What We Read and How We Think”
Saya akan buat penjelasannya menjadi sederhana guys,
Pernah tidak, anda penasaran atau sejenak berpikir mengapa iklan yang muncul saat anda membuka internet hampir sebagian besar sesuai dengan minat anda? Entah saat membuka facebook, google, atau bahkan random website selalu muncul iklan yang sesuai dengan minat, history pencarian, dan riwayat klik anda.
Semisal anda pernah buka situs traveling seperti traveloka untuk mencari hotel. Kemudian entah kenapa ketika anda membuka facebook, iklan hotel yang pernah anda cari muncul di facebook anda. Sering menemui hal serupa?
Ya, hal itu wajar ditemui karena semenjak Desember 2009 Google sudah merubah algoritmanya dan kemudian diikuti sebagian besar situs terkenal termasuk Facebook.
Saat ini sebagian besar situs sudah mengubah algoritma isian konten halaman yang tadinya berdasarkan Timeline (Waktu) menjadi algoritma yang berdasarkan histori aktifitas masa lalu pengguna. Sehingga yang muncul pertama kali bukan postingan terdahulu sesuai dengan waktu melainkan sesuai dengan minat dan histori pengguna.
Artinya.. Agar bisa menampilkan data sesuai dengan minat anda maka sebuah algoritma situs akan mengumpulkan informasi tentang pengguna seperti lokasi, riwayat klik, riwayat like, riwayat komentar, riwayat pencarian dan seluruh riwayat anda di internet mulai dari pandangan politik, barang yang anda search di lazada sampai pelatihan NLP terbaik apa yang anda cari (Misal anda bisa menemukan pelatihan terbaik disini )
Akibatnya, muncul iklan-iklan yang sesuai dengan histori anda. Terjadi perlombaan yang begitu masif untuk mengkoleksi sebanyak mungkin data personal kita dengan tujuan agar kedepan data yang ditampilkan sesuai dengan minat kita.
Sudah bisa membayangkan? nah, dengan begini maka data personal anda bisa menjadi bahan yang berharga seperti tahta berlian kalau dijual ke media periklanan. Semua demi menghasilkan iklan yang jauh lebih efektif. Dan bagi anda yang sudah tahu, saat ini cara-cara seperti itu sudah biasa terjadi.
Kalau dilihat dari sisi pengguna (pada awalnya) memang ini hal yang bagus sebab akan langsung efektif mengarahkan kita ke hasil yang kita mau. Bisa anda bayangkan saat ini milyaran informasi tersebar di internet sehingga terkadang walau kita memakai keyword pencarian yang benar, tetap dibutuhkan waktu yang lama untuk mencari data yang kita mau dan sesuai dengan yang kita inginkan .
Kembali lagi, karena algoritma tersebut maka sebuah situs secara otomatis akan cenderung untuk menampilkan informasi yang ingin kita lihat berdasarkan asumsi algoritma tadi.

Tapi, Di sisi lain tersimpan efek yang begitu mengerikan.

Yang sering tidak anda sadari (sebelum membaca artikel ini) adalah karena algoritma penyaringan ini pengguna menjadi terpisah dari informasi yang tidak selaras dengan pandangan mereka. Anda akan hidup dalam dunia anda sendiri yang sesuai dengan pandangan anda. Pariser menyebut ini dengan “The Filter Buble”
Ya seperti bubble yang tidak terlihat, jadi algoritma ini menciptakan sebuah gelembung tak terlihat yang memisahkan kita dari pandangan yang kontradiktif dengan sudut pandang kita. Gelembung ini menyebabkan kita terisolasi secara intelektual.
Google, Facebook dan berbagai situs lain akan cenderung memberikan informasi yang familiar, menyenangkan dan mengkonfirmasi kepercayaan utama kita. Sehingga kepercayaan awal kita semakin dibuai dan dimanja dengan berbagai hal hingga semakin kuat pula pada akhirnya. Akibatnya yang pro semakin pro dan yang kontra menjadi semakin kontra.
penjara filter buble effectSebegitu tidak terlihatnya “penjara buble” ini hingga kita tidak tahu apa yang disembunyikan oleh kita. Minat awal, pandangan awal dan masa lalu kita akan menentukan hal apa yang kita temui di sebuah situs pada masa depan.
Sehingga hanya tersedia sedikit ruang bagi pandangan baru untuk muncul dan kemudian kebebasan bertukar ide menjadi tersudutkan, padahal hal ini penting mengingat masyarakat dunia yang semakin manjemuk
Supaya lebih jelas saya tunjukkan ilustrasinya:




1. Harusnya seperti inilah internet, anda berada di tengah-tengah jutaan informasi yang beragam Baik yang anda diminati atau tidak, sepakat maupun bertentangan dengan pandangan anda
2. Lalu karena cara kerja filter algoritma, anda secara otomatis disodori informasi yang memang anda suka (berdasarkan histori anda). Awalnya memang akan memudahkan tapi tanpa disadari (karena anda tidak sadar sedang di filter) tercipta sebuah gelembung tak terlihat yang memisahkan anda dari pendapat-pendapat diluar pendapat utama atau prior belief anda
2. Lalu karena cara kerja filter algoritma, anda secara otomatis disodori informasi yang memang anda suka (berdasarkan histori anda). Awalnya memang akan memudahkan tapi tanpa disadari (karena anda tidak sadar sedang di filter) tercipta sebuah gelembung tak terlihat yang memisahkan anda dari pendapat-pendapat diluar pendapat utama atau prior belief anda
3. Ujung- ujungnya, anda merasa memiliki pemahaman yang paling benar sendiri, fanatik dan bebal terhadap kritik .Tercipta sebuah ilusi sedemikian rupa karena anda memang hanya bisa melihat informasi yang mendukung belief awal, disodori dan disuapi opini yang pro belief utama anda.

Dan karena tertutup oleh gelembung tadi maka anda tidak bisa melihat informasi lain.
Pandangan yang bertentangan menjadi semakin dijauhkan bahkan meskipun ada artikel yang bagus, konstruktif dan mengkritik pandangan awal anda namun tidak akan sampai kenewsfeed anda sehingga akibatnya timbul pemikiran “pokoknya pandangan saya paling benar”
Sehingga misal seseorang disuatu waktu suka sekali mengklik berita tentang hebatnya ajaran radikal dengan segala kelebihan dan kebenarannya (menurut dia) maka ke depan mesin-mesin facebook, google dan lainnya akan menyuguhkan informasi tentang kehebatan ajaran radikal dan tidak adilnya sistem yang sudah berjalan.
Semua informasi yang bertentangan akan sengaja disembunyikan oleh algoritma itu karena dianggap tidak penting. Semua itu mengakibatkan seseorang menjadi semakin teguh dan percaya bahwa ajaran radikal itu benar adanya.
Oh iya! Kebetulan baru saja terjadi kasus yang mirip sekali dengan yang saya contohkan.
Dian Yulia Novi, tersangka kasus Bom Panci mengaku dalam sebuah wawancara bahwa dia mengenal radikalisme dimulai dari facebook guys.. Iyaa dari Facebook !! persis seperti yang saya katakan tadi kan?
Dan kemudian dia menjadi semakin radikal karena Filter Bubble Effect ini
Dalam Ilmu Neuro Linguistic Programming (NLP) ada satu presuposisi (asumsi dasar) bahwa People Make The Best Choices Available To Them (Manusia membuat keputusan sesuai dengan pilihan yang tersedia).  Sehingga dengan memahami pernyataan tadi, tidak heran kalau saati ini banyak orang  lebih suka membuat keputusan perilaku untuk membenci orang lain yang berpandangan tidak sama, ya karena pilihan yang tersedia di dunianya (Baca: sosmed dan internet) penuh kebencian !!
Filter buble effect juga bisa bekerja dengan cara lain, misal saat ini sedang hangat isu ahok maka di newsfeed anda muncul beberapa berita tentang Ahok baik pro dan kontra, kemudian anda menjadi tergoda untuk mengklik, mereview, memberikan komentar, dan mencari di google tentang Ahok.
Histori itu akan membuat algoritma facebook beranggapan bahwa berita Ahok itu penting dan sesuai dengan minat anda akibatnya berita-berita lain di luar itu akan sengaja dihilangkan oleh facebook dan google!
Akhirnya anda hanya membaca dan mengklik berita itu-itu saja. Ujung-ujungnya anda merasa bahwa negeri ini penuh dengan kebencian, perbedaan yang tidak bisa dikompromikan, hanya tentang aku dengan segala argumenku yang maha benar !.
Dan karena hanya mengklik yang itu-itu saja google dan facebook pun menganggap bahwwa kasus ini sesuai dengan minat dan sangat penting buat anda, sehingga terus ditampilkan di newsfeed anda, ujung-ujungnya itu pun menjadi viral. Kemudian orang lain pun melakukan proses yang sama, timbul efek bola salju yang membuat negeri kita semakin panas.
Seolah-olah tidak ada berita lain padahal kalau anda cek di koran masih banyak berita lain di Indonesia yang menggembirakan misalnya Mobil Listrik Karya Anak Bangsa Yang berhasil Cicipi Lintasan Sirkuit Ferrari.
Tapi kenapa di halaman facebook anda tidak terlihat berita itu? malah lebih banyak kasus ahok? yaaa kita semua terkena filter bubble effect.
Sayangnya, kebanyakan orang (apalagi di Indonesia) tidak menyadari adanya filter ini. Mereka tidak menyadari bahwa mungkin selama ini cara kita berpikir, melihat, dan merasakan dikendalikan oleh sebuah algoritma. Kita semua tidak tahu kalau sedang diisolasi !.
Seandainya pun tahu, seperti anda yang sudah membaca artikel dari blog ini tetap saja yang menjadi permasalahan selanjutnya adalah ketidaktahuan cara mengontol agar tidak terisolasi dan tidak terkena filter buble effect.
Meskipun anda sudah menekan tombol untuk “delete history and cookies” namun tetap saja akan kesulitan untuk mengambil kontrol. Hal itu disebabkan karena kompleksitas algoritma itu dan penjelasan bagaimana algoritma itu bekerja (google masih merahasiakan bagaiamana algoritmanya bekerja).
Ini fenomena yang membuat bulu kuduk berdiri, karena berdasarkan penelitian terbaru saat ini masyarakat dunia (juga masyarakat indonesia ) lebih banyak mendapatkan berita dari sosial media dan internet dibandingkan media lain seperti koran dan televisi (anda bisa cek disini). Ditambah semakin menjamurnya berita-berita hoax yang seringkali dijadikan bahan rujukan orang yang fanatik dan rasis.
Akhirnya, di titik ini mungkin benar perkataan gadis remaja yang viral beberapa saat lalu yaitu untuk berpuasadari sosial media dan internet selama 10 hari agar pikiran dan perasan kita menjadi lebih netral serta tenang.
Sekali lagi, mungkin kita bisa lebih membuka pikiran untuk berbagai pendapat dan ide-ide baru yang mungkin bertentangan dengan pendapat awal kita. Bukankah “ Pikiran kita ibarat parasut yang hanya berfungsi ketika terbuka?” 
Selamat Pagi Guys, semoga hari ini jadi hari yang menyenangkan
Salam Terbaik Untuk Anda
Human Minds Specialist
Sumber : Teknologipikiran.com

Jumat, 16 Desember 2016

Download Murotal Al Qur'an Dengan Terjemahan

Kali ini saya akan memberitahukan sebuah software yaitu software Murotal Al-Quran Dengan Terjemahan.


Sudahkah kalian tau apa itu Murotal Alquran?
Murotal Alquran adalah lantunan ayat suci Alquran yang dibaca dengan irama tertentu

Software ini dapat membantu anda membaca Alquran secara digital melalui komputer atau handphone disertai suara pembacaan oleh pembaca yang terkenal dengan alunan suara yang sangat indah. 

Murotal Alquran ini lengkap dengan terjemahan nya juga, sehingga anda sekaligus dapat memahami makna dari ayat yang kalian baca. 
Software ini mendukung berbagai bahasa termasuk Bahasa Indonesia.

Daripada komputer kamu sepi ga ada suara mendingan kamu sambil setel software ini. Tentunya lantunan ayat Alquran yang indah dapat menjadi obat untuk menenangkan hati kamu yang galau :D


Apa saja kelebihan software ini?
  • Memiliki berbagai terjemahan seperti Bahasa Indonesia, Inggris, Malay, Jerman, Spanyol, dan tentunya Bahasa Arab :D
  • Memiliki Tafsir dari ayat-ayat dalam Alquran
  • Memiliki pembaca-pembaca terkenal dengan suara yang indah
  • Dapat digunakan pada Windows(32bit dan 64 bit), Mac OS, Linux, Android, dan iOS
Silahkan dicoba software yang bermanfaat ini. Software ini memang gratis dan bukan bajakan :D

Untuk download silahkan klik link berikut :

Geni Isno Murti : Anak IPS, tembus ITB, dan Siap Melanjutkan S2 di Jerman

Hidup adalah tentang perjuangan dan bagaimana mengoptimalkan kemampuan diri untuk dapat meraih buah manis dari perjuangan itu sendiri. Siapa sangka bahwa pemuda yang sewaktu SMA duduk di kelas IPS, mampu melanjutkan mimpinya kuliah di Fakultas Teknik ITB, dan bahkan mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan Master di bidang Telecommunication & Media Engineering di Jerman.  Dialah Geni Isno Murti. Dan benar, kalimat pembuka tulisan ini tentu menggambarkan kiprah anak muda yang akan kita bahas selanjutnya. Tim Wonosobo Muda berkesempatan untuk melakukan wawancara dengan Geni Isno Murti, selamat menyimak kawan-kawan muda Wonosobo!
Geni, lahir di Wonosobo dua puluh empat tahun yang lampau dari keluarga yang berlatarbelakang pegawai negeri sipil. Ia lulus dari SMP N 1 Wonosobo dan melanjutkan ke SMA N 1 Wonosobo jurusan IPS. Ia merasa bahwa salah satu titik terendahnya adalah ketika lulus SMA. Ia sedikit menyesal karena pada saat SMA kurang fokus belajar dan terlalu banyak main-main. Waktu itu Ia tidak memiliki motivasi yang tinggi untuk meraih sesuatu. Awalnya, ia ingin sekali masuk ke Universitas Indonesia tetapi karena menyadari kemampuan dan attitude yang kurang baik pada waktu itu, ia merasa takut untuk mendaftar. Tapi pada akhirnya ia mampu menerima keadaan dan menjalaninya. Ia pun melanjutkan kuliah di program D3 Politeknik Telkom (sekarang Universitas Telkom) jurusan komputerisasi akuntansi tahun 2008.
Di Universitas Telkom, Geni merasa sangat beruntung karena bertemu dengan kakak-kakak aktivis yang memiliki gagasan besar dan kemampuan berbicara seperti politikus yang mumpuni di rumah kosannya. Dari sana lambat laun cara ia berpikir mulai berubah, menjalani hari-hari menjadi lebih positif, lebih memiliki tujuan, lebih banyak waktu ia habiskan untuk membaca buku, diskusi, berorganisasi, olahraga, mengaji dan banyak hal-hal positif lainnya. Mulai dari sana satu persatu target dalam hidupnya mulai terpenuhi. Puncak momentum baginya adalah pada saat ia terpilih menjadi presiden mahasiswa BEM KBM Politeknik Telkom. Dari sanalah ia dapat mengakselerasi softskill, kemampuan bermasyarakat, rasa empati, dan membangun kesadaran untuk turut membangun negeri. Lulus D3 di Politeknik Telkom, akhirnya mendorongnya untuk kemudian membulatkan tekad mendaftar ke ITB. Berkat kerja keras dan semangat pantang menyerah, ia akhirnya diterima di program D4/S1 Terapan di Institut Teknologi Bandung, tepatnya di Fakultas Teknik Elektro jurusan Teknik Media Digital tahun 2011. Momen inilah yang kemudian membuat kesempatan dan pengalaman berorganisasinya menjadi lebih berkembang.
“Saya juga tidak menyangka dapat diterima di kampus ini (ITB-red.) padahal saya dari IPS waktu SMA, mungkin karena beruntung saja dan ada peluang dari jurusan IT untuk melanjutkan di kampus ITB. Ada perasaan khawatir akan susah menjalaninya karena dosennya terkenal killer- killer tapi ya… bisa juga akhirnya.” – Geni Isno Murti
Di kampus ITB, ia aktif di beberapa organisasi kampus untuk semakin mengasah softskill-nya. Di antaranya ia pernah menjadi Wakil Koordinator Kementerian Kebijakan Publik di Kabinet KM ITB, juga pernah menjadi Kepala Divisi Kebijakan Publik Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Di kegiatan sosial, ia juga turut aktif mendirikan Yayasan Rumah Pemimpin. Organisasi menurutnya adalah hal kunci dalam hidup mahasiswa. Ilmu bisa dicari, namun mental kita beli sendiri. Salah satu cara membeli mental adalah berorganisasi, itu membuat orang-orang di dalamnya lebih cakap dalam bermasyarakat dan punya keberanian. Menurutnya, organisasi juga menunjang akademik karena waktu kita terbatas sehingga membuat kita menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Banyak teman-temannya yang lolos beasiswa , diterima di perusahaan-perusahaan besar, juga pengusaha besar yang dulunya bergabung dalam organisasi. Setelah lulus dari kuliah, Geni bekerja di PT Saptaindra Sejati sebagai Management Trainee sampai January 2014. Setelah itu, ia memutuskan untuk fokus melanjutkan S2 dengan mendaftar beasiswa BPPLN Calon dosen DIKTI. Ikhtiarnya pun membuahkan hasil. Ia dinyatakan lulus sebagai salah satu kandidat penerima beasiswa DIKTI dan tinggal melengkapi persyaratan untuk mendaftarkan ke universitas dan program yang sesuai dengan bidang keahliannya. Akhirnya, setelah melalui proses yang cukup panjang, ia secara resmi akan melanjutkan S2 di Offenburg University of Applied Science, Jerman pada jurusan Telecommunication & Media Engineering yang sedianya akan dimulai bulan September 2014 ini.
Saat ini, sambil menunggu keberangkatan, ia sedang mengikuti serangkaian pembekalan bahasa intensif dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (6 bulan bahasa Inggris dan 2 bulan Bahasa Jerman di Jakarta), lokakarya dan mengikuti suatu komunitas sosial di Jakarta, serta untuk mencari tambahan uang saku, ia juga mengerjakan beberapa proyek pemrograman. Bagi Geni, kariernya justru baru dimulai, perjuangannya untuk belajar dan terus belajar meningkatkan kapasitas diri akan terus berlanjut.
Pemuda yang memiliki cita-cita menjadi Presiden RI ini memberi pesan dan kunci sukses kepada kawan- kawan muda Wonosobo : Jangan minder, semangat, you are bigger than you think you are, mulai bermimpi dan berjalan untuk mimpi tersebut mulai dari sekarang. Kalau sudah sukses tetap rendah hati dan jangan lupa berbagi!
Kawan-kawan muda dapat menjalin komunikasi dengan Mas Geni melalui akun twitternya di @geni_isno dan facebook nya di http://www.facebook.com/geniisnomurti
Sumber : http://www.wonosobomuda.com/

Cedera Leher Akibat Keseringan Nunduk Lihat Handphone

Di Amerika Serikat saat ini tengah populer istilah ‘text neck syndrome’, yakni kondisi cedera leher akibat sering menunduk lihat handphone atau piranti komunikasi canggih lainnya untuk chatting.

Istilah ‘text neck syndrome’ dipopulerkan dr. Dean L. Fishman, atau istilah medis yang sudah lama dikenal dengan anterior head syndrome. Istilah mengacu pada sindrom berlebihan atau cedera stres yang berulang, di mana Anda memiliki kecenderungan mengarahkan kepala Anda ke depan bawah guna melihat piranti komunikasi Anda sepanjang waktu.
Seiring teknologi telekomunikasi yang semakin canggih, orang menghabiskan lebih banyak waktu dengan perangkat seperti smartphone dan tablet komputer. Kini 'text neck syndrome, berpotensi mempengaruhi kesehatan jutaan pengguna alat telekomunikasi di seluruh dunia dan kini masih terus berkembang.

Gejala 'Text Neck Syndrome'
Ketika para pengguna gadget berada dalam postur melihat ke bawah untuk jangka waktu lama, hal ini dapat menyebabkan nyeri di bahu, nyeri di leher dan bahkan sakit kepala yang kronis (berlangsung lama).
Itu karena semakin Anda menjulurkan leher Anda ke arah depan, semakin berat beban yg harus diterima leher Anda.
Dokter. Tan Kian Hian, Konsultan Senior di Departemen Anestesiologi dan Direktur Central Disease, Rumah Sakit Umum Singapura (SGH), anggota kelompok SingHealth, menjelaskan: "Ketika Anda bersandar (posisi melihatgadget), kepala Anda ke depan jauh dari posisi netral -saat telinga dan bahu sejajar- satu inci, berat kepala Anda secara dramatis meningkat". Yang tak ayal dapat menimbulkan tekanan pada beberapa otot leher dan pundak, sehingga tak pelak mencetuskan sakit kepala.

Bagaimana Jika Dibiarkan? Apakah Membahayakan?
leher, sakitGawatnya lagi, jika disepelekan kondisi ‘text neck syndrome’ dapat mengakibatkan kerusakan permanen lebih parah.
Jika tidak diobati, 'text neck' dapat menyebabkan peradangan pada otot-otot leher, ligamen dan saraf, kerusakan permanen, serta peningkatan kelengkungan pada tulang belakang. Dr Tan menambahkan: "Ini sangat lazim di generasi baru orang dewasa muda yang terus-menerus 'terhubung' ke perangkat mobile mereka, bahkan sambil berjalan."
Kabar baiknya adalah bahwa ada cara untuk mengurangi rasa sakit otot dan ketidaknyamanan sebelum kondisi Anda semakin parah. Dr Tan mengatakan: "Hal ini bertujuan untuk membuat Anda merasa lebih baik hanya dengan membuat beberapa perubahan pada postur harian Anda dan gaya hidup Anda."

Inilah yang dapat Anda Lakukan:
  • Istirahatkan
Ambil waktu istirahat: "text neck syndrome" adalah cedera stres yang berulang - dapat dengan mudah dicegah dengan istirahat dari perangkat mobile Anda setiap 15 menit, melihat ke atas dan menggerakan leher kembali ke posisi netral. Atau, pegang ponsel Anda lebih tinggi sehingga sesuai dengan mata dan otot-otot leher Anda tidak terlalu tegang.
  • Latihan Kelenturan,Yoga & Pilates Bisa Menjadi Pilihan
Lakukan latihan seperti yoga dan Pilates, yang memusatkan perhatian pada pengaturan postur yang tepat. Anda akan menjadi lebih sadar untu menggunakan perangkat mobile anda dengan lebih bijaksana.

Lalu Bagaimana Jika Sudah Terlalu Parah? Inilah yang Harus Anda Lakukan:
cedera, leher, nundukAnda harus mencari bantuan medis jika langkah-langkah di atas tidak mengurangi keluhan anda. Mungkin diperlukan pemeriksaan medis lengkap dan jika perlu, beberapa pemeriksaan tambahan untuk mencari tahu apa yang salah dengan leher anda
Jika tidak ada kontraindikasi, beberapa obat, seperti relaksan otot atau obat anti nyeri, dapat digunakan untuk meredakan gejala. Pada beberapa pasien, degenerasi akibat “text neck syndrome” ini bisa memberat dan menyebabkan kompresi saraf di leher. Hal ini dapat menyebabkan "sakit saraf" yang akan memerlukan penyelidikan lebih lanjut dan pengobatan khusus.
Berikan kesempatan untuk tubuh Anda beristirahat dari segala kegiatan yang Anda lakukan, terkait teknologi ataupun semua piranti yang diciptakan untuk membantu tugas Anda, bukan menimbulkan penyakit yang mengganggu kesehatan Anda.

Sumber : klikdokter.com

Potensi Luar Biasa Otak Manusia

          Kalau kita bicara tentang otak, sebuah potensi yang luar biasa telah diberikan oleh Tuhan kepada kita. Apabila otak kita tidak dipakai lama-lama bias tumpul juga loh, karena otak akan lemah dan menyusut sehingga kita menjadi orang yang agak lemot dan suka ngga nyambung kalo diajak ngobrol. Tapi orang Indonesia banyak kok yang pinter-pinter, banyak yang menang Olimpiade sains Internasional, penemuan-penemuan dan penelitian dari institusi pendidikan di Indonesia juga diakui oleh negara lain.

          Namun, pernahkah ada teman kita yang mengatakan, “Gue males belajar Fisika, ah! Ribet banget soalnya apalagi rumusnya…” atau “Habis ini belajar apa? Sejarah!! Ah, males gue, otak gue udah bebal kalo udah belajar sejarah, habis ngafalin tanggal-tanggalnya nge-betein!”
Sering sekali bukan, kita mendengar komentar-komentar tadi? Seakan-akan pelajaran semisal Fisika atau Sejarah terlalu amat sangat rumit sekali, sudah diluar kemampuan kita untuk mempelajarinya. Padahal Allah yang Maha Pemurah telah memberikan kita sebuah “mesin berpikir” supercanggih yang dinamakan otak. Bahkan komputer yang secanggih apapun yang telah dibuat oleh manusia yang selalu bikin kita terkagum-kagum dengan kemampuan data processing, dan kapasitas memorinya sudah pasti tidak ada apa-apanya dibandingkan otak yang ada dalam kepala kita. Tidak percaya? Mari kita bedah mesin berpikir super canggih buatan sang Pencipta ini yuk!



Anatomi Otak

          Sejak lahir setiap manusia sudah dibekali dengan karunia luar biasa yang yang dalam istilah para dokter ahli syaraf disebut High Brain Function - fungsi luhur, akal berpikir yang tinggi yang membedakan antara manusia dengan makhluk lain yang lebih rendah derajatnya. 
Bila ditinjau dari segi potensi kecerdasan, secara praktis para peneliti kecerdasan membaginya menjadi enam bagian yang vital berperan dalam kecerdasan, yaitu: 



Daerah Prefrontal
          Bagian otak ini adalah bagian yang menentukan apakah suatu rencana yang kita buat akan dilaksanakan atau tidak. pada tempat ini tersimpan nilai-nilai luhur berupa moral dan agama. Daerah prefrontal hanya berkembang pada makhluk setinggi manusia. dan tidak berkembang pada makhluk lain. Selain itu bagian otak depan bawah ini juga berperan penting dalam hal kemampuan fokus dan konsentrasi dalam berpikir.

Otak Kiri
          Tepatnya terletak pada bagian terluar dan paling besar otak yang disebut Neo korteks. Neokorteks bagian kiri ini telah dinamai oleh ahli-ahli syaraf terdahulu sesai dengan nama penemunya, yaitu Broca dan Wernicke. Area ini terlibat aktif dalam penyusunan. struktur bahasa dan menuntut kemampuan berpikir logis semisal pelajaran Matematika dan aktifitas berhitung.

Otak Kanan
          Pernahkah kalian membuat puisi atau menulis syair lagu? Bila pernah, bagian otak yang mendukung aktifitas tersebut adalah bagian otak kanan. Begitu pula cita rasa seni dan kreatifitas yang muncul saat kita sedang memikirkan sebuah ide pada area yang sama, yaitu pada Neokorteks bagian kanan.

Hipokampus
          Fungsi utama area ini adalah melakukan konsolidasi proses penyimpanan memori. otak terdiri dari milyaran sel-sel otak yang memiliki ribuan serabut syaraf/dendrit. saat kita mencoba mengingat sesuatu, serabut-serabut syaraf saling berkomunikasi dengan cara membuat koneksi antar serabut/dendrit yang disebut dengan sinapsis. Konikasi antar dendrit dilakukan dengan mengalirkan zat-zat kimiawi yang dinamakan dengan neotransmitter. semakin sering kita melakukan aktifitas mengingat dan berpikir kompleks maka jalinan antar sinapsis ssel-sel otak semakin kuat dan tebal. Saat koneksi antar sel semakin kuat dan tebal, maka proses penyimpanan informasi di otak semakin cepat dan dengan kapasitas penyimpanan yang luar biasa besar (bahkan para ahli memberikan perkiraan +/- 2000 trilyun informasi mampu diproses dan disimpan di otak. Subhanallah…

Limbik
          Di antara pusat otak dan korteks terletak sistem limbik (dalam bahasa latin= batas). Dengan berfungsinya bagian ini, kita jadi dapat merasakan sedih, marah, bahagia, gembira, cinta, perasaan, dan lainnya. Pada limbik inilah beragam macam emosi dimunculkan karena ia mengontrol naluri kita, limbik juga dapat disebut sebagai pusat EQ. Selain itu, karena sistem limbik bersentuhan langsung dengan bagian hipokampus, maka kualitas memori kita juga sangat tergantung pada bagian ini. Sebagai contoh, saat kita belajar dengan perasaan gembira maka pelajaran yang sedang kita pelajari dapat kita serap dengan mudah dengan kualitas ingatan yang baik.

Cerebellum/Otak Kecil
          Cerebellum disebut juga otak kecil yang berkerut sehingga hampir seperti otak besar secara keseluruhan. Bagian ini adalah pusat penyimpanan memori gerak. Saat kita mempelajari gerakan tertentu, pada awalnya kita membutuhkan fokus dan konsentrasi yang maksimal, namun setelah dilakukan berulang-ulang fokus serta konsentrasi kita terhadap gerakan tersebut menjadi sangat minim, bahkan semakin sering dilakukan maka pada satu saat kita tidak lagi membutuhkan perhatian terhadap gerakan tersebut karena sudah mencapai kualitas reflleks/gerakan spontan.
          Artinya, cerebellum mengontrol banyak fungsi otomatis otak yang perlu dipelajari dan dilatih. seperti keseimbangan dan koordinasi. Saat kita berjalan tanpa berpikir, cerebellum adlah kontrol atas gerakan kita.

          Otak dan urat syaraf tulang belakang dilindungi oleh tulang tengkorak dan tulang belakang, serta dikelilingi oleh cairan otak yang berfungsi sebagai alat penahan goncangan. Otak nampak seperti sebuah “kembang kol” yang beratnya rata-rata 1.2 kg pada laki-laki dan 1kg pada perempuan.
          Berapakah jumlah sel otak manusia? Jawabannya adalah 1 triliun sel otak, yang terdiri dari 100 miliar sel aktif dan 900 miliar yang menghubungkannya. Sekarang bandingkan jumlah sel otak manusia dan lebah, yaitu 1 triliun berbanding 7000 sama dengan 142.857.143 kali. Angka ini bisa menjadi gambaran kemampuan manusia seharusnya. Dengan 7000 sel otak saja lebah mampu melakukan hal-hal yang luar biasa dahsyat. Apalagi memiliki sel otak sebanyak 142 .857.143 kali lipat!
          Jumlah sel otak sebanyak itu sangatlah fantastis apabila dibandingkan dengan jumlah sel otak pada lebah, atau jika dibandingkan jumlah manusia di bumi, yaitu 6-7 miliar . Dimana tiap sel otak mempunyai kemampuan dan kapasitas yang luar biasa!

          Jumlah tersebut adalah jumlah rata-rata sel otak manusia. Mungkin beberapa orang punya sel otak kurang atau lebih dibandingkan jumlah itu. Namun, kekurangan dan kelebihan tersebut hampir tidak ada artinya.

Meskipun sel otak akan berkurang ketika usia bertambah, tetapi tidak sedramatis yang diperkirakan. Mari kita hitung-hitung secara global. Jika memang sel otak kita mati sejuta tiap hari, jumlah sel otak yang berkurang jika kita mencapai umur 100 tahun hanya berkurang 3,6%, Sungguh merupakan angka yang sangat kecil. Jumlah sel otak kita juga berkurang oleh berbagai hal, misalnya merokok, minum alkohol, penuaan, sakit, dsb.

          Namun, ada sebuah kabar gembira tentang jumlah sel otak kita. Ternyata sel otak manusia bisa bertambah. Hal ini diperkuat oleh penemuan para ilmuwan akhir-akhir ini.


“Pada akhir abad XX, para ahli biologi Princeton University menghasilkan penemuan yang dinobatkan sebagai “Penemuan abad ini”. Untuk pertama kali dalam sejarah, pakar ilmu pengetahuan menemukan bahwa bagian-bagian otak manusia dapat menghasilkan ribuan sel otak baru setiap hari.”
Otak manusia diibaratkan alam semesta. Pernyataan ini tidak berlebihan. Hal ini berhubungan denga potensi atau kapasitas otak itu sendiri. Berikut fakta dari beberapa ilmuwan:
  • Jika seluruh informasi buku perpustakaan di dunia atau seluruh jaringan telekomunikasi di dunia ini dimasukkan ke dalam otak, otak manusia belum penuh
  • Jika setiap detik dimasukkan 10 informasi sampai kita meninggal ke dalam otak kita, misalnya sampai 100 tahun, otak manusia belum terisi separuhnya.
  • Kapasitas otak manusia adalah angka satu diikuti angka nol yang panjangnya 10 pangkat kilometer angka standar.
  • Gambarannya adalah jika kita mengetik angka nol dengan menggunakan huruf standar pada laptop, panjangnya hanya 30-40 cm.
  • Deretan nol sepanjang 10 pangkat 5 juta kilometer sebanding dengan perjalanan bumii ke bulan sebanyak 14 kali pulang pergi.
  • Potensi otak manusia yang digunakan rata-rata hanya sekitar 0.0001% potensi otak manusia sesungguhnya.

Para ahli jiwa pada tahun 1950 meneliti bahwa potensi otak manusia yang digunakan hanya 50%, tahun tahun 1970 hanya 10%, tahun 1980 hanya sekitar 1% dan tahun 1990 yaitu 0.01%, dan berapakah potensi otak manusia yang digunakan sekarang? kurang lebih 0.0001%!

          Selama ini sangat sedikit yang diketahui tentang otak dan bagaimana cara bekerjanya. Orang-orang sering dicap bodoh atau pandai, artistik atau pandai berhitung, intelek atau tidak pada saat menilai kemampuan mental.
          Sekolah formal mengajarkan sejumlah hal, tetapi pendidik hanya memberikan perhatian selintas terhadap otak dan fungsinya. Sangat sedikit sekolah didunia yang mengajarkan kepada muridnya tentang bagaimana cara otak menyerap informasi, menyimpan informasi dan mengeluarkan informasi tersebut. Anak didik tidak belajar apapun (sangat sedikit) tentang sel otak dan jaringan penghubungnya. 
          Mereka jarang diajarkan tentang cara kerja memori, bagaimana mata bergerak pada waktu menyerap informasi, bagaimana proses belajar terjadi, bagaimana gambar bisa tercipta didalam kepala, dari mana datangnya imajinasi, bagaimana kreativitas dipupuk. Anak-anak tidak pernah tahu secara persis bagian otak mana yang sedang mereka gunakan dan yang lebih penting lagi, bagaimana mereka dapat menggunakan otak secara lebih baik. 
          Hal ini disebabkan sedikit sekali yang kita ketahui tentang otak. Baru akhir-akhir ini saja (generasi sekarang) kita menyadari bagaimana masalah yang berhubungan dengan hal yang sepertinya disebabkan oleh kemampuan mental yang tidak memadai, ternyata sangat sedikit hubungannya dengan kapasitas otak yang mendasar. Kitapun menyadari bahwa selama ini kita memang tidak perduli terhadap potensi otak yang hebat dan mengagumkan ini. 
          Mungkin hal yang paling mencengangkan dari laboratorium penelitian para ahli otak adalah suatu kenyataan, bahwa rata-rata orang menggunakan otaknya kurang dari satu persen! Jadi potensi luar biasa yang belum tersentuh masih ada dalam diri kita masing-masing.



OTAK KIRI DAN OTAK KANAN

          Sebenarnya, kita tidak memiliki satu otak, melainkan dua, yaitu otak kiri dan otak kanan. Kedua otak tersebut secara biologis strukturnya identik dan bekerjasama secara harmonis. Setiap otak terdiri atas berjuta-juta sel yang mirip bayi bergurita lengkap dengan lengan-lengannya yang panjang, menjangkau dan menghubungkannya dengan sel-sel yang lain. Kedua otak tersebut fungsinya sangat berbeda dan mengatur bagian tubuh yang berbeda pula. Otak kiri mengendalikan tubuh bagian kanan dan otak kanan mengendalikan tubuh bagian kiri. Luka pada otak kiri dapat menyebabkan kelumpuhan pada tubuh bagian kanan dan sebaliknya. 
          Penelitian intensif di Universitas California yang mempelajari tentang otak kiri dan otak kanan telah mengungkapkan bahwa masing-masing otak tersebut mengendalikan aktivitas intelektual yang berbeda, dari yang benar-benar kreatif dan imajinatif sampai yang paling logis dan kuantitatif. Dimana akhirnya didapatkan kesimpulan bahwa orang yang semata-mata menggunakan salah satu sisi otak saja seringkali mengalami kesulitan dalam menggunakan sisi otak yang lainnya. Akibatnya menjadi orang yang berpikir dengan dimensi tunggal dan sangat subyektif. 
          Beberapa fungsi dari otak kiri adalah menangani angka, susunan, logika, organisasi dan hal lain yang memerlukan pemikiran rasional, beralasan dengan pertimbangan yang deduktif dan analitis. Otak kiri terbiasa dengan hal-hal yang bersifat matematis dan ilmiah, ia memfokuskan diri pada garis dan rumus, sebaliknya mengabaikan kepelikan tentang warna dan irama. 
          Adapun beberapa fungsi otak kanan adalah mengurus dimensi yang berbeda seperti mimpi, berkhayal, warna, musik, ritme dan proses pemikiran lain yang memerlukan kreativitas, imajinasi yang hidup, orisinalitas, daya cipta dan bakat artistik. Pemikiran otak kanan tidak begitu tegang, kurang terikat oleh parameter ilmiah dan matematis, dia lebih fokus pada rupa dan bentuk, warna-warni dan kelembutan, sebaliknya mengabaikan ukuran dan dimensi. 
          Anda bisa bersifat ilmiah atau artistik, tetapi lebih baik lagi bila anda bersifat keduanya. Anda hanya perlu mengembangkan kekuatan otak anda dengan semestinya. Yang lebih penting adalah suatu kenyataan bahwa sekarang anda dapat diyakinkan bila pada dasarnya tidak ada manusia yang disebut sebagai orang bodoh. 


Otak Remaja

1. Otak sedang dalam tahap perkembangan
Usia remaja kebanyakan ditentukan pada rentang usia antara 11 - 19 tahun. Masa-masa ini dianggap sebagai masa kritis pembangunan. Ketika melalui masa pertumbuhan ini, ketrampilan kognitif dan kemampuan baru akan muncul.

"Otak terus berubah sepanjang waktu, tetapi ada lompatan besar dalam perkembangannya ketika memasuki masa remaja. orangtua harus memahami bahwa meskipun anaknya tumbuh besar, pada tahap ini remaja masih berada dalam masa perkembangan yang akan mempengaruhi kehidupannya selanjutnya,

2. Otak mulai mekar
Pada bayi, otak mengalami pertumbuhan koneksi yang amat besar. Namun ketika memasuki usia 3 tahun, beberapa sambungan tersebut kemudian dipangkas agar lebih lebih efisien.
Tetapi temuan yang diterbitkan jurnal Nature Neuroscience menegaskan bahwa ledakan pertumbuhan saraf terjadi untuk kedua kalinya tepat menjelang pubertas. Puncaknya adalah saat usia sekitar 11 tahun untuk anak perempuan dan 12 tahun untuk anak laki-laki. Perkembangan ini diperkirakan terus berlanjut hingga usia 25 tahun. Beberapa perubahan kecil juga tetap berlangsung seumur hidup.

3. Memiliki kemampuan berpikir yang baru
Karena meningkatnya sambungan saraf, otak remaja jadi lebih efektif dalam mengolah informasi. Remaja mulai memiliki kemampuan komputasi dan belajar mengambil keputusan layaknya orang dewasa.

Sayangnya, remaja masih terlalu dipengaruhi oleh emosi karena otaknya lebih mengandalkan sistem limbik yang mengedepankan emosi ketimbang korteks prefrontal yang mengolah informasi secara rasional.

4. Gejolak emosi yang intens
Masa pubertas merupakan awal dari perubahan besar dalam sistem limbik, yaitu bagian otak yang tidak hanya membantu mengatur detak jantung dan kadar gula darah, tetapi juga penting untuk membentuk memori dan emosi. Selama masa remaja, sistem limbik lebih banyak mendominasi dibandingkan korteks prefrontal yang berhubungan dengan kemampuan perencanaan, pengendalian dorongan dan daya nalar yang lebih tinggi.

Bersamaan dengan perubahan hormonal, dampak dominasi sistem limbik ini membuat emosi yang dialami terasa lebih intens, misalnya kemarahan, ketakutan, agresi, kegembiraan dan daya tarik seksual.



Melatih  Otak

Berikut ini adalah beberapa hal tentang cara melatih keseimbangan otak manusia agar lebih aktif dan responsif terhadap semua rangsangan :

1. Lakukan tugas dengan tangan non-dominan,
Jika biasanya dominan tangan kanan maka gunakan tangan kiri (kidal) dan sebaliknya. Contohnya saat menggunakan mouse komputer, menyikat gigi dan mengikat tali sepatu dengan arah yang berlawanan. Menurut Franklin Institute, jenis latihan ini dapat memperkuat hubungan saraf yang ada dan bahkan membentuk saraf baru. 
2. Membaca
Membaca dapat melenturkan otot-otot otak, baik bacaan ringan (seperti komik atau majalah) maupun bacaan untuk informasi. Dan menurut studi Dr. Nikolaos Scarmeas pada tahun 2001, membaca dapat membantu membangun cadangan kognitif untuk menunda timbulnya demensia. 


3. Bermain Puzzle Atau Teka-teki Silang
Teka-teki silang, puzzle, sudoku dan jenis puzzle lainnya, dapat melatih otak khususnya otak kiri. Menurut pusat pelatihan kognitif Learning Rx. Tambahkan strategi baru untuk mengefektif
kan latihan otak, misalnya memecahkan teka-teki silang dengan tema yang tidak biasa.



4. Belajar Bahasa Asing

Dengan belajar bahasa asing akan mengaktifkan bagian otak yang belum digunakan sejak anda mulai berbicara. Sebuah studi tahun 2007 di York University di Toronto, menemukan bahwa penggunaan beberapa bahasa dapat meningkatkan suplai darah ke otak untuk menjaga kesehatan koneksi saraf.


5. Menikmati Musik

Selain mendengarkan musik, belajar juga untuk memainkan instrumen musik. Para ahli juga merekomendasikan untuk mengaktifkan dua indera sekaligus, seperti mendengarkan musik dan mencium bunga.





          Dengan penjelasan tentang berbagai kelebihan otak yang luar biasa tadi, maka masih layakkah kita bersikap pesimis tentang kemampuan kita, hanyakarena kita menemukan sedikit kesulitan dalam mempelajari sesuatu? Ingat… you are what you think- kita ini adalah apa yang kita pikirkan dan kita yakini, selain itu jangan lupa IQRA’… bacalah… berpikirlah… gunakan modal istimewa ini sebaik mungkin untuk membaca serta memahami ayat-ayat Allah yang tersebar di alam semesta ini, hingga kita memang layak untuk menjadi umat terbaik.
Termasuk manakah kita? Dominan otak kanan atau otak kiri?
Sebenarnya ada cara lain loh untuk mengetahui kita cenderung otak kiri atau otak kanan sebgagaimana yang kita tahu, manusia mempunyai satu otak besar, yang mana dibagi menjadi otak bagian kanan dan otak bagian kiri. Berikut ini akan saya sebutkan ciri-ciri orang yang karakternya biasa diketahui berdasarkan fungsi otak ini.

Karakter Orang Berotak Kiri
  • Lebih mengedapankan logika dan fakta.
  • Lebih berpikir rasional daripada emosional.
  • Lebih menggunakan otak daripada hati.
  • Tidak menghambur-hamburkan kata yang tidak bermanfaat.
  • Cendrung berioritasi pada masa lampau dan kini.
  • Ketika menjelaskan sesuatu mereka relatif dapat melakukannya dengan sangat rinci lengkap dengan tanggal dan tahun kejadian.

Komunikasi dengan Orang Berotak Kiri
  • Berbicaralah seperlunya. Mereka tidak terlalu suka dengan kata-kata berlebihan dan mendayu- dayu.
  • Gunakan sistematika bicara yang runut.
  • Sediakan Fakta dan data yang secukupnya.
  • Pilih kata-kata yang sesuai dengan topik.
  • Jangan terlalu banyak menggunakan bahasa tubuh.
  • Gunakan kerangka berpikir ilmiah.

Karakter Orang Berotak Kanan
  • Lebih menggunakan perasaan atau emosi.
  • Emosi lebih bekerja daripada rasio.
  • Cendrung berorientasi pada garis besar dan imajinasi.
  • Lebih menyukai simbl dan gambar.
  • Lebih berorientasi pada masa kini dan masa depan.
  • Bisa berbicara berjam-jam tanpa henti.
  • Tidak nyaman jika didiamkan saja (tanpa diajak bicara).
  • Sangat demontratif.

Komunikasi dengan Orang Berotak Kanan
  • Imbangi pembicaraan mereka dengan ceria.
  • Bicarakan dengan topik-topik sosial bukan eksak.
  • Jangan menyodorkan terlalu banyak data dan Fakta (terutama pada pertemuan pertama).
  • Berikan gambaran tentang sesuatu karena mereka dapat membayangkannya dengan baik.
  • Pujilah mereka dan biasanya mereka sangat menyukainyai.
  • Jangan bicarakan sesuatu yang sudah lampau karena hal itu hanya menjadi kenangan semata buat mereka.